Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Musim Hujan Tiba, Pakar Ingatkan Pentingnya Mandi Air Hangat Setelah Kehujanan

Basuki Eka Purnama
06/2/2026 10:29
Musim Hujan Tiba, Pakar Ingatkan Pentingnya Mandi Air Hangat Setelah Kehujanan
Ilustrasi(Freepik)

MEMASUKI musim penghujan, risiko anak terpapar penyakit akibat perubahan cuaca dan lingkungan yang kotor semakin meningkat. Menanggapi hal tersebut, Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), membagikan sejumlah langkah preventif untuk menjaga kesehatan anak, salah satunya adalah dengan mandi air hangat segera setelah kehujanan.

Menurut Prof. Anggraini, mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.

“Langsung mandi, apalagi airnya air hangat, itu malah menyegarkan, dan juga membuang berbagai yang kotor-kotor di badan kita,” ujar Anggraini dalam webinar bersama IDAI di Jakarta, Jumat (6/2).

Ia menjelaskan bahwa jika anak-anak terlanjur kehujanan di jalan atau terpaksa melewati genangan banjir, orang tua harus segera membersihkan tubuh mereka. 

Selain mandi, langkah lain yang tidak kalah penting adalah mencuci tangan, mengganti seluruh pakaian dengan baju kering, serta sangat disarankan untuk segera memakai pakaian yang hangat.

Tak hanya kebersihan tubuh, kebersihan pakaian pun harus diperhatikan. Prof. Anggraini menyarankan agar baju yang terkena air hujan segera dicuci untuk memastikan kotoran dan kuman yang menempel hilang sepenuhnya.

Waspada Kelembapan Tinggi dan Polutan

Bermain hujan sering kali membuat anak-anak ceria, bahkan ada anggapan bahwa hal tersebut dapat membantu membentuk imun tubuh. 

Namun, Prof. Anggraini mengingatkan para orang tua agar tetap waspada karena tingkat kelembapan air hujan yang tinggi bisa mencapai 90 persen.

Perubahan suhu yang lebih rendah serta keberadaan genangan air menciptakan lingkungan ideal bagi mikroorganisme untuk berkembang biak. 

Selain itu, air hujan di kota-kota besar menyimpan risiko tersendiri karena mengandung berbagai zat kimia akibat polusi udara, seperti karbon, asam nitrat, hingga asam sulfa yang dapat mengganggu kesehatan.

Proteksi Fisik dan Larangan Konsumsi Air Hujan

Sebagai bentuk perlindungan fisik, ia mengimbau masyarakat, baik anak-anak maupun dewasa, untuk selalu menyediakan jas hujan, payung, dan pakaian hangat. Saat harus melewati genangan, penggunaan alas kaki yang tepat sangatlah vital.

“Kita tahu kalau ada lewat di genangan air, paling baik adalah sepatu tertutup. Syukur-syukur bisa dari karet, karena itu sangat membantu, tidak ada berbagai kuman akan masuk,” tambahnya.

Terakhir, Prof. Anggraini memberikan peringatan keras terkait konsumsi air hujan. Ia melarang masyarakat untuk menampung atau meminum air hujan karena kandungan kalsiumnya yang tidak baik bagi tubuh, yang di antaranya dapat menyebabkan kerusakan pada gigi. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya