Headline
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Polisi harus usut tuntas hingga ke aktor intelektualnya.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM hujan menuntut perhatian ekstra bagi para pemilik kendaraan, khususnya sepeda motor. Intensitas hujan yang tinggi bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga terkait potensi kerusakan jangka panjang jika kendaraan tidak segera dibersihkan.
Pendiri sekaligus pemilik bengkel Scooter VIP, Dennil Sagita, menekankan pentingnya segera mencuci sepeda motor setelah terkena air hujan.
Menurutnya, menunda membersihkan kendaraan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.
"Sebetulnya bukan hanya motor, semua kendaraan sebaiknya dicuci setelah terkena hujan. Air hujan itu kotor, dan kalau dibiarkan beberapa hari tanpa dibersihkan bisa menimbulkan efek, salah satunya jamur di bodi," ujar Dennil, dikutip Rabu (14/1).
Ia menyarankan agar pemilik kendaraan tidak membiarkan air hujan mengering dengan sendirinya di permukaan bodi atau komponen mesin. Setidaknya, pembersihan harus dilakukan keesokan harinya jika memang tidak sempat dilakukan segera.
"Paling lama besoknya dicuci. Jangan biarkan air hujan terlalu lama mengendap, karena lama-lama bisa menimbulkan jamur dan karat," tambahnya.
Bagi pemilik motor yang memiliki keterbatasan waktu untuk mencuci secara menyeluruh, Dennil memberikan solusi praktis sebagai langkah perlindungan minimum.
Pemilik cukup mengguyur motor menggunakan air bersih untuk meluruhkan sisa-sisa air hujan dan kotoran jalanan yang menempel.
Setelah dibilas, pastikan motor dikeringkan menggunakan kain microfiber. Penggunaan kain jenis ini sangat disarankan untuk menghilangkan sisa air secara efektif tanpa merusak lapisan cat bodi motor.
Meski pencuci motor sangat dianjurkan, Dennil memberikan catatan khusus terkait penggunaan semprotan air bertekanan tinggi atau steam. Pemilik motor harus ekstra hati-hati saat membersihkan area mesin.
Menurutnya, menyemprotkan air secara langsung ke bagian mesin, terutama dari arah bawah jok, memiliki risiko tinggi menyebabkan kerusakan pada sistem injektor.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa paparan air hujan dalam jangka panjang akan berdampak pada komponen-komponen bawah yang sering luput dari perhatian, seperti sistem pengereman, pelek, knalpot, serta area kolong dan dek bawah.
"Kalau dibilang langsung merusak, tidak. Tapi semuanya akan dijawab oleh waktu. Kalau dibiarkan, partikel kotor bisa menumpuk dan memicu masalah," jelas Dennil.
Dari sekian banyak komponen, bagian knalpot—khususnya pada bagian header dan silencer—disebut sebagai bagian yang paling rentan mengalami kerusakan.
Selain itu, sistem pengereman yang meliputi cakram, kampas, kaliper, hingga master rem juga berisiko bermasalah akibat tumpukan kotoran yang dibawa oleh air hujan.
Terkait kekhawatiran masyarakat akan sistem kelistrikan, Dennil menyebut bahwa hujan biasa umumnya tidak akan mengganggu fungsi elektrikal motor.
"Kalau cuma hujan biasa, kelistrikan aman. Selama saya menjalankan bengkel ini, saya hampir tidak pernah menemukan air hujan menyebabkan kerusakan besar pada kelistrikan," pungkasnya.
Masalah kelistrikan biasanya baru muncul apabila motor dipaksa menerjang genangan air yang tinggi atau banjir. (Ant/Z-1)
Terpantau Siklon Tropis Nuri yang sedang aktif di Samudra Pasifik bagian utara Papua. Fenomena ini menyebabkan belokan dan perlambatan angin di sekitar wilayah Maluku Utara.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Hujan ringan hingga sedang mengguyur Jakarta sejak pagi akibat aktivitas tiga bibit siklon tropis yang memicu pembentukan awan hujan.
BMKG NTT meminta warga waspada terhadap tiga bibit siklon tropis (90S, 93S, 92P) yang memicu hujan ekstrem dan angin kencang di seluruh wilayah NTT.
BMKG mengeluarkan peringatan dini potensi hujan disertai kilat dan angin kencang di Jabodetabek hari ini. Cek jadwal dan wilayah terdampak di sini.
Data yang dihimpun BPBD Kabupaten Badung hingga Selasa (24/2) pukul 09.00 Wita sejak Senin (23/2) pukul 18.00 Wita, menyebutkan ada 8 kejadian banjir di Kuta dan 1 di wilayah Kuta Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved