Headline

RI tetap komitmen perjuangkan kemerdekaan Palestina.

Ini Tips Merawat Sepeda Motor Usai Kehujanan agar Terhindar dari Karat

Basuki Eka Purnama
14/1/2026 10:40
Ini Tips Merawat Sepeda Motor Usai Kehujanan agar Terhindar dari Karat
Ilustrasi(Freepik)

MUSIM hujan menuntut perhatian ekstra bagi para pemilik kendaraan, khususnya sepeda motor. Intensitas hujan yang tinggi bukan hanya soal kenyamanan berkendara, tetapi juga terkait potensi kerusakan jangka panjang jika kendaraan tidak segera dibersihkan.

Pendiri sekaligus pemilik bengkel Scooter VIP, Dennil Sagita, menekankan pentingnya segera mencuci sepeda motor setelah terkena air hujan. 

Menurutnya, menunda membersihkan kendaraan dapat memicu timbulnya jamur hingga korosi pada bagian-bagian vital.

"Sebetulnya bukan hanya motor, semua kendaraan sebaiknya dicuci setelah terkena hujan. Air hujan itu kotor, dan kalau dibiarkan beberapa hari tanpa dibersihkan bisa menimbulkan efek, salah satunya jamur di bodi," ujar Dennil, dikutip Rabu (14/1).

Ia menyarankan agar pemilik kendaraan tidak membiarkan air hujan mengering dengan sendirinya di permukaan bodi atau komponen mesin. Setidaknya, pembersihan harus dilakukan keesokan harinya jika memang tidak sempat dilakukan segera. 

"Paling lama besoknya dicuci. Jangan biarkan air hujan terlalu lama mengendap, karena lama-lama bisa menimbulkan jamur dan karat," tambahnya.

Langkah Penanganan Darurat

Bagi pemilik motor yang memiliki keterbatasan waktu untuk mencuci secara menyeluruh, Dennil memberikan solusi praktis sebagai langkah perlindungan minimum. 

Pemilik cukup mengguyur motor menggunakan air bersih untuk meluruhkan sisa-sisa air hujan dan kotoran jalanan yang menempel.

Setelah dibilas, pastikan motor dikeringkan menggunakan kain microfiber. Penggunaan kain jenis ini sangat disarankan untuk menghilangkan sisa air secara efektif tanpa merusak lapisan cat bodi motor.

Waspadai Komponen Rentan dan Injektor

Meski pencuci motor sangat dianjurkan, Dennil memberikan catatan khusus terkait penggunaan semprotan air bertekanan tinggi atau steam. Pemilik motor harus ekstra hati-hati saat membersihkan area mesin. 

Menurutnya, menyemprotkan air secara langsung ke bagian mesin, terutama dari arah bawah jok, memiliki risiko tinggi menyebabkan kerusakan pada sistem injektor.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa paparan air hujan dalam jangka panjang akan berdampak pada komponen-komponen bawah yang sering luput dari perhatian, seperti sistem pengereman, pelek, knalpot, serta area kolong dan dek bawah.

"Kalau dibilang langsung merusak, tidak. Tapi semuanya akan dijawab oleh waktu. Kalau dibiarkan, partikel kotor bisa menumpuk dan memicu masalah," jelas Dennil.

Dari sekian banyak komponen, bagian knalpot—khususnya pada bagian header dan silencer—disebut sebagai bagian yang paling rentan mengalami kerusakan. 

Selain itu, sistem pengereman yang meliputi cakram, kampas, kaliper, hingga master rem juga berisiko bermasalah akibat tumpukan kotoran yang dibawa oleh air hujan.

Terkait kekhawatiran masyarakat akan sistem kelistrikan, Dennil menyebut bahwa hujan biasa umumnya tidak akan mengganggu fungsi elektrikal motor. 

"Kalau cuma hujan biasa, kelistrikan aman. Selama saya menjalankan bengkel ini, saya hampir tidak pernah menemukan air hujan menyebabkan kerusakan besar pada kelistrikan," pungkasnya. 

Masalah kelistrikan biasanya baru muncul apabila motor dipaksa menerjang genangan air yang tinggi atau banjir. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya