Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Anak Alami Alergi Musiman saat Musim Hujan? Berikut Cara Efektif Menanganinya

Cornelius Juan Prawira
22/1/2026 13:21
Anak Alami Alergi Musiman saat Musim Hujan? Berikut Cara Efektif Menanganinya
Ilustrasi flu akibat alergi.(Dok. Freepik)

KESEHATAN anak menjadi perhatian utama bagi orang tua, terutama saat memasuki musim hujan yang membawa perubahan cuaca ekstrem. Di periode ini, anak-anak sangat rentan mengalami alergi musiman yang dapat mengganggu aktivitas harian, kualitas tidur, hingga konsentrasi belajar mereka.

Alergi musiman biasanya dipicu oleh faktor lingkungan yang meningkat saat kelembapan tinggi, seperti debu, jamur (mold), hingga perubahan suhu yang drastis. Penanganan yang tepat sangat diperlukan agar kondisi ini tidak berkembang menjadi infeksi saluran pernapasan yang lebih serius.

Mengenali Gejala Alergi pada Anak vs Flu Biasa

Banyak orang tua sering terkecoh antara gejala alergi dan flu biasa karena keduanya memiliki kemiripan. Namun, berdasarkan indikasi medis, gejala alergi memiliki ciri khas tersendiri. Gejala yang umum muncul meliputi:

  • Bersin berulang secara tiba-tiba (terutama di pagi atau malam hari).
  • Hidung gatal, berair, dan tersumbat tanpa disertai demam.
  • Mata merah, gatal, dan berair.
  • Munculnya ruam kemerahan atau gatal-gatal pada kulit.
  • Lingkaran hitam di bawah mata (allergic shiners).

Penting bagi orang tua untuk mengidentifikasi pemicu spesifik atau alergen agar langkah pencegahan dapat dilakukan secara efektif sejak dini.

Strategi Menangani Alergi Musiman pada Anak di Rumah

Merujuk pada panduan kesehatan dari berbagai ahli medis, berikut adalah langkah strategis untuk meredakan gejala alergi pada anak tanpa harus langsung bergantung pada obat kimia keras:

1. Identifikasi dan Hindari Alergen

Langkah paling krusial adalah menjauhkan anak dari pemicu. Jika debu adalah pemicunya, pastikan kamar anak dibersihkan menggunakan vacuum cleaner dengan filter HEPA. Saat musim hujan, pastikan ruangan tidak lembap untuk mencegah pertumbuhan jamur.

2. Menjaga Kebersihan Tubuh Setelah Beraktivitas

Partikel alergen seperti serbuk sari atau debu sering menempel pada rambut dan kulit. Segera mandikan anak dan ganti pakaian mereka setelah beraktivitas di luar rumah untuk memutus kontak dengan alergen.

3. Irigasi Hidung dengan Larutan Saline

Membersihkan rongga hidung dengan cairan larutan garam (saline) dapat membantu mengeluarkan lendir dan partikel asing yang terperangkap. Cara ini sangat efektif untuk meredakan hidung tersumbat secara alami.

4. Pemanfaatan Bahan Alami

Penggunaan madu (untuk anak di atas usia 1 tahun) atau teh jahe hangat dapat membantu menenangkan tenggorokan yang gatal. Uap air hangat juga bisa membantu melegakan pernapasan si kecil saat alergi kambuh di malam hari.

Kapan Harus Membawa Anak ke Dokter?

Meskipun sebagian besar alergi dapat ditangani dengan perawatan rumahan, orang tua wajib waspada terhadap tanda-tanda bahaya (red flags). Segera konsultasikan ke dokter spesialis anak jika ditemukan kondisi berikut:

  • Gejala disertai sesak napas atau bunyi mengi (wheezing).
  • Terjadi pembengkakan pada wajah, bibir, atau lidah.
  • Alergi disertai demam tinggi atau nyeri telinga.
  • Gejala tidak kunjung membaik setelah 1-2 minggu perawatan mandiri.

Dokter mungkin akan meresepkan antihistamin atau kortikosteroid intranasal sesuai dosis yang aman untuk usia anak guna mengontrol reaksi imun yang berlebihan.

Kesimpulannya, menjaga kebersihan lingkungan dan pemenuhan nutrisi peningkat imun adalah kunci utama meminimalkan risiko alergi musiman. Dengan penanganan yang cepat, anak dapat tetap aktif dan ceria meski di tengah musim hujan. (H-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya