Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Kesehatan mengimbau para orangtua dan sekolah untuk meningkatkan perlindungan kesehatan anak selama musim hujan. Anak-anak dinilai menjadi kelompok yang rentan terhadap berbagai penyakit, terutama infeksi saluran pernapasan dan penyakit berbasis lingkungan.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan upaya pencegahan paling efektif pada anak dilakukan dengan menjaga daya tahan tubuh serta kebersihan lingkungan tempat mereka beraktivitas.
“Pencegahan terbaik pada anak-anak adalah dengan menjaga imunitas tubuh dan kesehatan lingkungan. Pada umumnya virus akan hilang dengan sendirinya atau hanya menimbulkan gejala ringan jika daya tahan tubuh anak dalam kondisi baik,” ujar Aji, Selasa (6/1).
Menurutnya, penerapan perilaku hidup bersih dan sehat harus menjadi kebiasaan sehari-hari anak, baik di rumah maupun di sekolah. Hal tersebut meliputi konsumsi makanan bergizi, memilih jajanan yang sehat dan bersih, istirahat yang cukup, serta aktivitas fisik yang memadai.
“Anak-anak perlu dibiasakan makan makanan bergizi, tidak jajan sembarangan, cukup istirahat, aktif bergerak, dan rutin mencuci tangan pakai sabun,” kata Aji.
Selain itu, Kemenkes juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekolah dan rumah agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk, terutama di tengah tingginya curah hujan.
“Kebersihan lingkungan anak harus dijaga, termasuk dengan menerapkan gerakan 3M Plus agar tidak ada genangan air yang menjadi tempat jentik nyamuk,” ujarnya.
Aji menambahkan, apabila anak mengalami gejala flu atau sakit, orangtua diminta menerapkan etika kesehatan untuk mencegah penularan ke teman sebaya.
“Jika anak sedang flu, sebaiknya menggunakan masker. Bila keluhan semakin berat, segera dibawa ke dokter atau fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” katanya.
Terkait pencegahan tambahan, Aji menyebut vaksinasi flu maupun demam berdarah dengue dapat menjadi pilihan bagi orangtua.
“Vaksinasi flu dan DBD bersifat opsional dan dapat dipertimbangkan sesuai kebutuhan anak,” ujarnya.
Kementerian Kesehatan berharap peran aktif orangtua dan sekolah dalam menjaga kesehatan anak dapat menekan risiko peningkatan penyakit selama musim hujan. (Ata/P-3)
Prakiraan cuaca Jakarta dan sekitarnya Senin 23 Februari 2026 berpotensi berawan hingga hujan siang hari. Cek suhu, kelembapan, dan tips aktivitas.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Terapi genetik zorevunersen menunjukkan hasil luar biasa bagi anak dengan epilepsi langka Dravet Syndrome. Kejang berkurang drastis dan kualitas hidup meningkat.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved