Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Campak atau measles kembali menjadi perhatian serius di Indonesia pada awal tahun 2026. Penyakit yang disebabkan oleh virus Morbillivirus ini dikenal sangat menular; satu anak yang terinfeksi bahkan dapat menularkan virus ke 18 orang lainnya. Meskipun sering dianggap sebagai penyakit masa kecil yang umum, campak dapat memicu komplikasi berat jika tidak ditangani dengan benar.
Campak adalah infeksi saluran pernapasan akut yang menyebar melalui percikan air liur (droplets) saat penderita batuk, bersin, atau berbicara. Virus ini dapat bertahan di udara atau permukaan benda hingga 2 jam. Seseorang dapat menularkan virus ini 4 hari sebelum ruam muncul hingga 4 hari setelah ruam mereda.
Gejala campak berkembang melalui beberapa tahapan yang perlu diwaspadai orang tua:
Perbedaan utamanya terletak pada intensitas demam yang sangat tinggi pada campak, adanya mata merah yang sensitif terhadap cahaya, dan munculnya ruam kulit yang khas yang tidak ditemukan pada flu biasa.
Karena disebabkan oleh virus, pengobatan difokuskan pada meredakan gejala (suportif):
Di Indonesia, pemerintah mewajibkan vaksin MR (Measles-Rubella) dengan jadwal sebagai berikut:
| Dosis | Usia Anak |
|---|---|
| Dosis 1 | 9 Bulan |
| Dosis 2 | 18 Bulan |
| Dosis Lanjutan | 5–7 Tahun (Kelas 1 SD) |
Campak bukan sekadar ruam merah biasa. Dengan lonjakan kasus di tahun 2026, kewaspadaan orang tua adalah benteng pertama. Pastikan anak mendapatkan nutrisi yang baik dan lengkapi jadwal imunisasinya sekarang juga.
1. Apakah anak yang sudah divaksin tetap bisa kena campak?
Bisa, namun gejalanya akan jauh lebih ringan dan risiko komplikasi sangat rendah.
2. Berapa lama ruam campak akan hilang?
Biasanya ruam akan memudar dalam 5–7 hari.
3. Apa komplikasi paling berbahaya dari campak?
Pneumonia (infeksi paru) dan Ensefalitis (radang otak).
Kenali gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi, batuk-pilek, mata merah, hingga ruam khas yang menyebar dari wajah ke tubuh. Simak penjelasan dokter anak berikut ini.
PENYAKIT campak tidak hanya berbahaya karena risiko komplikasi, tetapi juga karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
PENYAKIT campak masih kerap dianggap sebagai infeksi ringan pada anak yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkata sebaliknya.
RENDAHNYA cakupan imunisasi di sejumlah daerah dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya kasus campak hingga berujung Kejadian Luar Biasa (KLB).
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved