Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT campak pada anak sering kali diawali dengan gejala yang tampak seperti infeksi ringan. Namun dokter mengingatkan, ada tanda-tanda khas yang perlu dikenali sejak dini agar penanganan tidak terlambat dan risiko komplikasi bisa dicegah.
Ketua Jawa Barat dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) sekaligus Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi dan Penyakit Tropik IDAI, Anggraini Alam, menjelaskan bahwa campak memiliki tahapan gejala yang khas sebelum muncul ruam pada kulit.
Menurut Anggraini, pada fase awal atau prodromal, anak biasanya mengalami demam tinggi yang disertai tiga gejala utama yang dikenal sebagai “tiga C”, yakni batuk (cough), pilek (coryza), dan mata merah akibat konjungtivitis.
“Mulai sakit-sakit, demamnya naik tinggi, ada tiga C yang khas, choriza conjunctivitis cough alias batuk dengan ada mata merah,” ujarnya, Sabtu (28/2).
Fase ini umumnya berlangsung selama tiga hingga lima hari sebelum ruam muncul di kulit. Pada tahap tersebut, dokter juga akan memeriksa adanya koplik spot, yaitu bintik putih kecil di dalam mulut yang menjadi salah satu tanda spesifik infeksi campak.
Setelah fase awal, anak memasuki stadium erupsi yang ditandai dengan munculnya ruam kemerahan di kulit. Ruam campak memiliki pola penyebaran khas, dimulai dari area sekitar garis rambut dan wajah, lalu menyebar ke tubuh bagian tengah, hingga lengan dan tungkai.
Ruam ini biasanya disertai kondisi anak yang tampak lemas, rewel, mengalami demam tinggi, serta bibir kering.
“Anaknya khas sekali, merah, meredam, nggak enak, demam tinggi, bibir kering. Biasanya tampilannya rewel banget,” kata Anggraini.
Pola ruam yang berawal dari wajah kemudian menyebar ke seluruh tubuh menjadi salah satu pembeda utama campak dibandingkan penyakit demam disertai ruam lainnya.
Pada tahap pemulihan atau konvalesens, ruam akan berubah warna menjadi lebih gelap, kemudian mengering dan mengelupas dengan tampilan bersisik sebelum akhirnya menghilang secara bertahap.
Meski tampak membaik, orang tua tetap perlu memantau kondisi anak karena komplikasi campak dapat terjadi, terutama pada anak dengan daya tahan tubuh rendah.
Dengan mengenali gejala campak pada anak sejak fase awal, terutama kombinasi demam tinggi, batuk, pilek, mata merah, serta munculnya ruam yang menyebar dari wajah, orang tua diharapkan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Deteksi dan penanganan dini menjadi kunci untuk mencegah komplikasi yang lebih serius akibat infeksi campak. (Ata/I-1)
Waspadai gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi hingga ruam khas. Cek jadwal vaksin MR 2026 dan cara penanganan tepat untuk cegah komplikasi.
PENYAKIT campak tidak hanya berbahaya karena risiko komplikasi, tetapi juga karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
PENYAKIT campak masih kerap dianggap sebagai infeksi ringan pada anak yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkata sebaliknya.
RENDAHNYA cakupan imunisasi di sejumlah daerah dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya kasus campak hingga berujung Kejadian Luar Biasa (KLB).
HINGGA Februari 2026, belum ada kasus positif infeksi virus Nipah di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved