Headline

Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.

Panduan Lengkap Jadwal Imunisasi Anak 2024: Kunci Lindungi Buah Hati dari Penyakit Berbahaya

Basuki Eka Purnama
09/3/2026 09:44
Panduan Lengkap Jadwal Imunisasi Anak 2024: Kunci Lindungi Buah Hati dari Penyakit Berbahaya
Petugas kesehatan menyuntikkan vaksin Japanese Encephalitis (JE) kepada seorang anak saat peluncuran pemberian imunisasi JE di Koramil Pontianak Barat, Kalimantan Barat, Rabu (12/11/2025).(ANTARA/Jessica Wuysang)

MEMASTIKAN anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal merupakan kewajiban krusial bagi setiap orangtua. Imunisasi bukan sekadar prosedur medis biasa, melainkan langkah strategis dalam membentuk sistem kekebalan tubuh anak sejak dini guna menangkal berbagai penyakit berbahaya.

Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diperbarui pada 2024. 

Melalui jadwal tersebut, orangtua dapat memantau jenis vaksin dan waktu pemberian yang tepat agar perlindungan kesehatan anak berjalan maksimal.

Perlindungan Sejak Menit Pertama

Perisai kesehatan anak dimulai sesaat setelah lahir dengan pemberian vaksin Hepatitis B. Vaksin ini idealnya disuntikkan sebelum bayi berusia 24 jam, setelah pemberian vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya. 

Namun, bagi bayi dengan berat lahir di bawah 2.000 gram, pemberian dapat ditunda hingga usia satu bulan, kecuali jika ibu terdeteksi positif Hepatitis B.

Selanjutnya, bayi wajib menerima vaksin Polio dan BCG. Vaksin polio oral biasanya diberikan saat bayi akan pulang dari fasilitas kesehatan. 

Sementara itu, vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis diberikan sebelum bayi berusia satu bulan. Jika baru diberikan setelah usia tiga bulan, bayi dianjurkan menjalani uji tuberkulin terlebih dahulu.

Periode Emas Imunisasi Dasar

Memasuki usia dua hingga enam bulan, jadwal imunisasi menjadi lebih intensif dengan pemberian vaksin kombinasi dan dosis awal untuk beberapa penyakit:

  • DPT, Hepatitis B, dan Hib: Diberikan di usia 2, 3, dan 4 bulan (atau 2, 4, 6 bulan). Dosis penguat (booster) diperlukan saat anak berusia 18 bulan, serta pada usia sekolah (5–7 tahun dan 10–18 tahun).
  • Rotavirus: Diberikan secara oral mulai usia 6 minggu untuk mencegah diare berat.
  • PCV (Pneumokokus): Melindungi dari pneumonia dan meningitis, diberikan pada usia 2, 4, dan 6 bulan dengan dosis penguat pada usia 12–15 bulan.
  • Influenza: Dapat dimulai sejak usia 6 bulan dan diulang setiap tahun.

Imunisasi Lanjutan dan Remaja

Saat menginjak usia sembilan bulan, anak dijadwalkan menerima vaksin MR (Campak & Rubella) dan Japanese Encephalitis (JE) bagi yang tinggal di daerah endemis. 

Memasuki usia satu tahun, proteksi diperluas dengan vaksin Varisela (cacar air) dan Hepatitis A.

Bagi anak yang lebih besar, vaksin Tifoid direkomendasikan mulai usia dua tahun dengan pengulangan setiap tiga tahun. 

Selain itu, vaksin Dengue dapat diberikan pada rentang usia 6 hingga 45 tahun.

Sebagai langkah preventif jangka panjang, anak perempuan usia 9–14 tahun sangat dianjurkan menerima vaksin HPV (Human Papillomavirus) guna mencegah kanker serviks di masa depan. 

Dengan mengikuti ritme jadwal IDAI 2024 ini, orangtua berperan aktif dalam menjamin masa depan kesehatan anak yang lebih berkualitas. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya