Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASTIKAN anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal merupakan kewajiban krusial bagi setiap orangtua. Imunisasi bukan sekadar prosedur medis biasa, melainkan langkah strategis dalam membentuk sistem kekebalan tubuh anak sejak dini guna menangkal berbagai penyakit berbahaya.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diperbarui pada 2024.
Melalui jadwal tersebut, orangtua dapat memantau jenis vaksin dan waktu pemberian yang tepat agar perlindungan kesehatan anak berjalan maksimal.
Perisai kesehatan anak dimulai sesaat setelah lahir dengan pemberian vaksin Hepatitis B. Vaksin ini idealnya disuntikkan sebelum bayi berusia 24 jam, setelah pemberian vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.
Namun, bagi bayi dengan berat lahir di bawah 2.000 gram, pemberian dapat ditunda hingga usia satu bulan, kecuali jika ibu terdeteksi positif Hepatitis B.
Selanjutnya, bayi wajib menerima vaksin Polio dan BCG. Vaksin polio oral biasanya diberikan saat bayi akan pulang dari fasilitas kesehatan.
Sementara itu, vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis diberikan sebelum bayi berusia satu bulan. Jika baru diberikan setelah usia tiga bulan, bayi dianjurkan menjalani uji tuberkulin terlebih dahulu.
Memasuki usia dua hingga enam bulan, jadwal imunisasi menjadi lebih intensif dengan pemberian vaksin kombinasi dan dosis awal untuk beberapa penyakit:
Saat menginjak usia sembilan bulan, anak dijadwalkan menerima vaksin MR (Campak & Rubella) dan Japanese Encephalitis (JE) bagi yang tinggal di daerah endemis.
Memasuki usia satu tahun, proteksi diperluas dengan vaksin Varisela (cacar air) dan Hepatitis A.
Bagi anak yang lebih besar, vaksin Tifoid direkomendasikan mulai usia dua tahun dengan pengulangan setiap tiga tahun.
Selain itu, vaksin Dengue dapat diberikan pada rentang usia 6 hingga 45 tahun.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, anak perempuan usia 9–14 tahun sangat dianjurkan menerima vaksin HPV (Human Papillomavirus) guna mencegah kanker serviks di masa depan.
Dengan mengikuti ritme jadwal IDAI 2024 ini, orangtua berperan aktif dalam menjamin masa depan kesehatan anak yang lebih berkualitas. (Z-1)
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Penggunaan vaksin kombinasi bertujuan mengurangi jumlah suntikan, menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan.
Orang tua yang merencanakan perjalanan ke luar negeri, termasuk Umroh, sering kali menghadapi kendala waktu dalam melengkapi imunisasi anak.
Imunisasi sangat bermanfaat untuk melindungi dan mencegah anak terpapar oleh penyakit yang dapat dicegah oleh imunisasi.
Kenali gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi, batuk-pilek, mata merah, hingga ruam khas yang menyebar dari wajah ke tubuh. Simak penjelasan dokter anak berikut ini.
Waspadai gejala campak pada anak mulai dari demam tinggi hingga ruam khas. Cek jadwal vaksin MR 2026 dan cara penanganan tepat untuk cegah komplikasi.
PENYAKIT campak tidak hanya berbahaya karena risiko komplikasi, tetapi juga karena tingkat penularannya yang sangat tinggi.
PENYAKIT campak masih kerap dianggap sebagai infeksi ringan pada anak yang dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) berkata sebaliknya.
RENDAHNYA cakupan imunisasi di sejumlah daerah dinilai menjadi pemicu utama meningkatnya kasus campak hingga berujung Kejadian Luar Biasa (KLB).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved