Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASTIKAN anak mendapatkan imunisasi lengkap sesuai jadwal merupakan kewajiban krusial bagi setiap orangtua. Imunisasi bukan sekadar prosedur medis biasa, melainkan langkah strategis dalam membentuk sistem kekebalan tubuh anak sejak dini guna menangkal berbagai penyakit berbahaya.
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) yang diperbarui pada 2024.
Melalui jadwal tersebut, orangtua dapat memantau jenis vaksin dan waktu pemberian yang tepat agar perlindungan kesehatan anak berjalan maksimal.
Perisai kesehatan anak dimulai sesaat setelah lahir dengan pemberian vaksin Hepatitis B. Vaksin ini idealnya disuntikkan sebelum bayi berusia 24 jam, setelah pemberian vitamin K1 minimal 30 menit sebelumnya.
Namun, bagi bayi dengan berat lahir di bawah 2.000 gram, pemberian dapat ditunda hingga usia satu bulan, kecuali jika ibu terdeteksi positif Hepatitis B.
Selanjutnya, bayi wajib menerima vaksin Polio dan BCG. Vaksin polio oral biasanya diberikan saat bayi akan pulang dari fasilitas kesehatan.
Sementara itu, vaksin BCG untuk mencegah tuberkulosis diberikan sebelum bayi berusia satu bulan. Jika baru diberikan setelah usia tiga bulan, bayi dianjurkan menjalani uji tuberkulin terlebih dahulu.
Memasuki usia dua hingga enam bulan, jadwal imunisasi menjadi lebih intensif dengan pemberian vaksin kombinasi dan dosis awal untuk beberapa penyakit:
Saat menginjak usia sembilan bulan, anak dijadwalkan menerima vaksin MR (Campak & Rubella) dan Japanese Encephalitis (JE) bagi yang tinggal di daerah endemis.
Memasuki usia satu tahun, proteksi diperluas dengan vaksin Varisela (cacar air) dan Hepatitis A.
Bagi anak yang lebih besar, vaksin Tifoid direkomendasikan mulai usia dua tahun dengan pengulangan setiap tiga tahun.
Selain itu, vaksin Dengue dapat diberikan pada rentang usia 6 hingga 45 tahun.
Sebagai langkah preventif jangka panjang, anak perempuan usia 9–14 tahun sangat dianjurkan menerima vaksin HPV (Human Papillomavirus) guna mencegah kanker serviks di masa depan.
Dengan mengikuti ritme jadwal IDAI 2024 ini, orangtua berperan aktif dalam menjamin masa depan kesehatan anak yang lebih berkualitas. (Z-1)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat soroti lonjakan kasus campak di Indonesia. Ia menekankan pentingnya imunisasi lengkap untuk mencegah risiko penyakit menular.
Dinkes Berau ingatkan pentingnya imunisasi dasar lengkap untuk cegah penyakit berbahaya dan lindungi anak sejak dini.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Penggunaan vaksin kombinasi bertujuan mengurangi jumlah suntikan, menghemat waktu dan biaya kunjungan ke fasilitas kesehatan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyatakan dukungan penuh terhadap penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 atau PP TUNAS.
PP TUNAS adalah jawaban atas kekhawatiran kalangan medis terhadap dampak negatif media sosial bagi tumbuh kembang anak.
IDAI mengingatkan bahaya media sosial bagi anak, mulai dari adiksi hingga cyberbullying. Orangtua diminta aktif mendampingi penggunaan digital.
Orangtua diimbau untuk tidak membawa anak ke tempat yang terlalu padat guna meminimalisir risiko infeksi.
IDAI rilis panduan mudik aman bersama anak. Simak tips imunisasi, protokol kesehatan, perlengkapan wajib, hingga aturan car seat sesuai usia.
Simak rekomendasi IDAI untuk mudik sehat 2026. Panduan lengkap vaksinasi MR, aturan car seat, hingga tips menjaga kesehatan anak selama perjalanan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved