Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

IDAI Tekankan Jeda 14 Hari Vaksinasi sebelum Anak Traveling

Muhammad Ghifari A
25/11/2025 20:27
IDAI Tekankan Jeda 14 Hari Vaksinasi sebelum Anak Traveling
Vaksinasi sebelum Anak Traveling(Freepik)

ORANG tua yang merencanakan perjalanan ke luar negeri, termasuk Umroh, sering kali menghadapi kendala waktu dalam melengkapi imunisasi anak. Anggota Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Martira Maddeppungeng, menegaskan bahwa faktor waktu adalah kunci untuk memastikan perlindungan optimal bagi anak.

Martira menyarankan agar anak diajak bepergian ke luar negeri, terutama untuk Umroh, setelah vaksinasi dasar lengkap, idealnya setelah usia 2 tahun.

“Bayi dan anak adalah kelompok rentan. Semakin lengkap imunisasinya, semakin kuat kekebalan tubuh mereka untuk menghadapi lingkungan yang padat dan berisiko tinggi penularan, seperti di Tanah Suci,” jelas Martira dalam sesi Zoom (25/11).

Jeda Waktu Minimal 10-14 Hari

Masalah sering muncul ketika imunisasi baru dilakukan mendekati jadwal keberangkatan. Martira menekankan perlunya jeda minimal 10-14 hari antara penyelesaian vaksinasi dan hari keberangkatan.

“Jika tidak sesuai dengan waktunya dari 10 hari, tubuh belum membentuk kekebalan yang cukup. Saat anak berkunjung dan terpapar penyakit, mereka berisiko tinggi sakit karena antibodi belum siap,” tegasnya.

Tubuh membutuhkan waktu untuk memproses vaksin, baik yang mengandung virus/bakteri hidup yang dilemahkan maupun dimatikan, hingga membentuk antibodi pelindung. Mengabaikan jeda ini sama saja dengan membawa anak dalam keadaan rentan.

Vaksinasi Ganda Aman dan Direkomendasikan IDAI

Jika imunisasi anak belum lengkap sementara waktu sudah mendesak, vaksinasi ganda (dua atau lebih vaksin dalam satu kunjungan) menjadi solusi yang aman dan direkomendasikan oleh IDAI.

Penelitian menunjukkan bahwa pemberian vaksin ganda memiliki tingkat pembentukan antibodi yang sama baiknya dengan vaksinasi terpisah. Keuntungannya meliputi:

  • Perlindungan yang lebih cepat
  • Lebih sedikit kunjungan ke fasilitas kesehatan
  • Mengurangi trauma akibat suntikan berulang
  • Penyuntikan dapat dilakukan di beberapa lokasi sekaligus, misalnya paha kiri, paha kanan, atau lengan.

Martira berharap orang tua mempersiapkan perjalanan jauh lebih awal, termasuk Umroh, agar anak memperoleh perlindungan vaksin yang optimal sebelum memasuki area dengan risiko penularan tinggi. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik