Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

IDAI Memperingati Hari Anak Sedunia 2025, Soroti Tantangan Hak Kesehatan

Muhammad Ghifari A
20/11/2025 20:40
IDAI Memperingati Hari Anak Sedunia 2025, Soroti Tantangan Hak Kesehatan
Hari anak sedunia 2026, hak kesehatan anak jadi sorotan.(Freepik)

Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia 2025 yang mengangkat tema global My Day, My Rights, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan pentingnya hak anak dalam bidang kesehatan di Indonesia. Organisasi ini berpendapat bahwa hak kesehatan anak perlu dipahami secara menyeluruh, mulai dari akses terhadap layanan yang berkualitas, penyediaan gizi yang baik, hingga atmosfer yang aman dan terbebas dari produk berbahaya.

Piprim Basarah Yanuarso, Ketua Pengurus Pusat IDAI, menekankan bahwa kesehatan anak merupakan dasar bagi pembangunan sumber daya manusia di Indonesia.

“Hak anak dalam kesehatan tidak hanya berarti terhindar dari penyakit, tetapi juga mencakup pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, imunisasi lengkap, gizi yang cukup, serta lingkungan yang mendukung,” tuturnya.

IDAI mencermati kesesuaian antara tema Hari Anak Sedunia dan beberapa poin dalam ASTA CITA Kabinet Merah Putih, terutama yang terkait dengan peningkatan kualitas manusia, pemerataan pembangunan, dan pengentasan kemiskinan.

IDAI mendorong peningkatan akses terhadap layanan kesehatan anak hingga ke daerah 3T, serta peraturan yang melindungi anak dari makanan yang tinggi gula, garam, dan lemak, serta iklan rokok.

Tantangan Kesehatan Anak Masih Tinggi

IDAI mencatat beberapa masalah penting yang masih mengancam anak-anak Indonesia, antara lain:

  • Stunting dan malnutrisi, yang membutuhkan penanganan lebih cepat dalam 1000 Hari Pertama Kehidupan.
  • Cakupan imunisasi yang belum merata, diperparah dengan kurangnya upaya distribusi vaksin dari sejumlah pemerintah daerah.
  • Kesehatan mental anak dan remaja yang terkena dampak bullying serta tekanan dari lingkungan digital.
  • Peningkatan penyakit non-infeksius seperti obesitas, alergi, dan asma.
  • Kasus kekerasan terhadap anak, di mana IDAI melalui tim khusus terus mendorong deteksi serta penanganan sejak dini.

Sekretaris Umum PP IDAI, Dr Hikari Ambara Sjakti, menegaskan bahwa pemenuhan hak kesehatan anak merupakan komitmen bersama.

“Setiap anak di Indonesia berhak untuk sehat dan berkembang dengan baik. IDAI akan terus bersinergi dengan pemerintah untuk mewujudkan Generasi Emas 2045,” tegasnya. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya