Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Anak, Dr. dr. Dominicus Husada, DTM&H, MCTM(TP), Sp.A(K) meminta masyarakat untuk mewaspadai gejala campak pada anak karena dapat menyebabkan komplikasi serius pada kesehatan.
"Gejala awal campak sering kali dianggap sepele karena mirip flu," kata Dominicus dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (4/10).
Dominicus menyebut gejala campak berupa demam, batuk dan pilek sebelum berkembang menjadi ruam di seluruh tubuh hingga menimbulkan komplikasi serius.
Jika tidak tertangani dengan baik, penderitanya berisiko terkena pneumonia, diare berat, hingga radang otak (ensefalitis) yang merupakan
beberapa komplikasi serius dari campak dan berisiko menyebabkan kecacatan permanen atau bahkan kematian.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), katanya, dalam rangka menekan angka kasus pada usia anak telah mengeluarkan rekomendasi pemberian imunisasi campak-rubella (MR) atau MMR sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
Dosis pertama diberikan pada usia 9 bulan dengan vaksin MR, kemudian dilanjutkan dengan dosis kedua pada usia 15 hingga 18 bulan.
Selanjutnya, anak dianjurkan untuk mendapatkan dosis ketiga atau booster pada usia 5 hingga 7 tahun. Orangtua dapat berkonsultasi ke puskesmas atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.
Ia mengatakan jika anak belum menerima vaksin MR hingga usia 12 bulan, maka vaksin MMR dapat diberikan sebagai dosis pertama.
Di Indonesia, dosis kedua diberikan dengan interval 6 bulan, lalu sekali lagi pada usia 5-7 tahun. Apabila anak telah divaksin MR di usia 9 bulan, maka vaksin MMR dapat diberikan sebagai vaksin booster di usia 18 bulan.
"Dengan mengikuti jadwal imunisasi secara lengkap, anak memiliki peluang lebih besar untuk terlindungi dari campak, serta berkurangnya
risiko komplikasi yang dapat terjadi akibat gondongan dan rubella," katanya.
Dominicus menekankan orangtua dapat ikut serta dalam melakukan pencegahan penularan campak, dengan menghindari kontak langsung dengan penderita.
"Ingat, penyakit ini sangat menular, dan mudah menyebar bahkan ketika penderita bernapas," ujarnya.
Keluarga juga diharapkan dapat jaga kebersihan diri dan lingkungan, termasuk mencuci tangan secara rutin dan memastikan ventilasi ruangan tetap baik. Ketiga, tingkatkan daya tahan tubuh anak melalui pola hidup sehat seperti asupan gizi seimbang, cukup tidur, dan aktivitas fisik teratur.
Country Medical Lead MSD Indonesia dr. Amrilmaen Badawi mengajak masyarakat khususnya orangtua untuk mencegah mulai dari langkah sederhana yang penting dilakukan, yakni cek kembali buku imunisasi anak.
"Pastikan dosis MMR lengkap, dan bersama-sama kita lindungi anak-anak kita agar tumbuh menjadi generasi yang sehat dan kuat," pungkas dia.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Agustus 2025 terdapat 46 Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak terjadi di Indonesia.
Jawa Timur menjadi salah satu wilayah dengan kasus tinggi, khususnya Kabupaten Sumenep yang melaporkan 2.139 kasus suspek campak dengan 205 kasus terkonfirmasi laboratorium3 dan 20 anak meninggal dunia.
Kementerian Kesehatan juga menyebut bahwa saat ini cakupan imunisasi campak masih jauh dari target 95 persen yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok (herd immunity). (Ant/Z-1)
Campak adalah penyakit menular pada anak yang disebabkan oleh infeksi virus Morbillivirus.
Campak atau measles masih menjadi ancaman serius bagi kesehatan masyarakat, terutama pada anak-anak. Penyakit ini sangat mudah menular dan dapat menimbulkan komplikasi.
Gejala campak biasanya muncul 7 sampai 14 hari setelah seseorang terinfeksi virus Morbillivirus. Pada tahap awal, penderita akan mengalami demam tinggi di atas 38 derajat Celsius
ORANTUA diharapkan agar tetap mewaspadai ruam pada anak karena itu merupakan salah satu gejala dari campak/rubella
"Sekarang yang saya ingin lakukan, ingin pastikan, ada satu lab di Madura, sehingga kalau ada indikasi campak, kirimnya tidak usah jauh-jauh ke Surabaya,”
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Isu meninggalnya aktor laga legendaris Jackie Chan sempat mencuat di dunia maya, namun kabar tersebut telah ditepis oleh berbagai media internasional pada Senin (11/11).
Perempuan dengan kadar gula darah rendah sebelum kehamilan memiliki risiko lebih tinggi terhadap hasil kehamilan yang merugikan, termasuk kelahiran prematur.
Vaksin campak diberikan sebanyak tiga kali yaitu ketika anak berusia 9 bulan, 18 bulan, dan pada anak usia kelas 1 SD/MI/sederajat, termasuk anak yang tidak bersekolah.
IBD adalah radang usus kronis yang bisa memicu komplikasi berbahaya. RS Abdi Waluyo buka pusat IBD pertama di Indonesia untuk penanganan komprehensif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved