Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Waspada Penularan Campak saat Lebaran, Isolasi Diri jika Muncul Gejala

M Iqbal Al Machmudi
17/3/2026 16:44
Waspada Penularan Campak saat Lebaran, Isolasi Diri jika Muncul Gejala
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono (depan kiri, mengenakan baju putih).(Antara)

WAKIL Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengimbau orangtua untuk mewaspadai penularan penyakit campak menjelang Lebaran.

“Sebenarnya campak ada gejalanya. Kalau ada demam, ada bintik-bintik, terutama bintik-bintik dan berkeringat ada merah-merah, itu pertanda campak,” kata Dante di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (17/3).

Orangtua juga diminta lebih teliti dan segera melakukan pengobatan serta isolasi jika gejala campak muncul pada anak. “Kalaupun mereka nanti campak harus dilakukan isolasi. Jangan ikut kumpul-kumpul bersama keluarga di kampung. Kalau perlu pakai masker sehingga tidak menulari anggota keluarga yang lainnya,” ujarnya.

Hingga minggu ke-8 tahun 2026, tercatat 10.453 suspek campak, dengan 8.372 kasus dan 6 kematian. Selain itu, terdapat 45 kejadian luar biasa (KLB) campak di 29 kabupaten/kota pada 11 provinsi, antara lain Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.

Plt. Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan RI, dr. Andi Saguni, menyampaikan, “Tren kasus suspek campak meningkat pada Januari dan mulai menurun sepanjang Februari 2026. Hingga minggu ke-8 tahun ini tercatat lebih dari sepuluh ribu suspek campak. Pemerintah terus melakukan respons cepat untuk mencegah penularan yang lebih luas.”

Meski tren mulai menurun, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan menjelang libur panjang Lebaran karena mobilitas dan kerumunan dapat meningkatkan risiko penularan. “Menjelang mudik Lebaran, mobilitas masyarakat akan meningkat dan potensi kerumunan lebih besar. Karena itu masyarakat perlu tetap waspada terhadap penularan campak, terutama pada anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap,” pungkasnya. (Iam/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya