Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
KASUS campak kembali menjadi perhatian di berbagai negara. Penyakit akibat infeksi virus ini sangat menular dan umumnya menyerang anak-anak yang belum mendapat vaksin lengkap. Selain demam tinggi dan ruam merah di kulit, sebagian anak juga mengalami mata merah dan sensitif terhadap cahaya.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), campak sering disertai konjungtivitis atau peradangan pada mata. Kondisi ini menyebabkan mata menjadi merah, berair, dan terasa perih saat terkena cahaya terang. Sensitivitas terhadap cahaya atau fotofobia merupakan bagian dari respons peradangan tersebut.
CDC menjelaskan bahwa gejala mata muncul karena virus campak tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi jaringan tubuh lain, termasuk mata. Artinya, rasa silau bukan sekadar keluhan ringan, melainkan bagian dari proses infeksi yang sedang berlangsung.
Dalam pedoman klinisnya, CDC menyebutkan bahwa vitamin A tidak mencegah campak dan bukan pengganti vaksinasi. Namun, pada anak yang sudah terinfeksi, pemberian vitamin A dosis tinggi dapat direkomendasikan untuk membantu mengurangi risiko komplikasi.
Hal serupa juga ditegaskan oleh World Health Organization (WHO). WHO merekomendasikan suplementasi vitamin A pada anak dengan campak, terutama di wilayah dengan risiko kekurangan gizi. Tujuannya adalah menurunkan risiko komplikasi serius, termasuk gangguan pada mata dan meningkatkan peluang pemulihan.
Perlu digarisbawahi, vitamin A diberikan dalam dosis medis tertentu dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan.
Wortel mengandung beta-karoten yang akan diubah tubuh menjadi vitamin A. Secara umum, asupan ini baik untuk kesehatan mata dan sistem imun. Namun, kandungan vitamin A dari konsumsi wortel biasa tidak setara dengan dosis terapeutik yang digunakan dalam penanganan campak.
Baik CDC maupun WHO tidak menyebut konsumsi wortel sebagai terapi khusus untuk meredakan sensitivitas cahaya akibat campak. Nutrisi tetap penting, tetapi pengobatan dan pemantauan medis tetap menjadi langkah utama.
Otoritas kesehatan global menegaskan bahwa vaksinasi adalah cara paling efektif untuk mencegah campak. Jika anak menunjukkan gejala campak disertai mata sensitif terhadap cahaya, konsultasi ke fasilitas kesehatan tetap diperlukan.
Informasi kesehatan perlu dilihat berdasarkan bukti ilmiah. Wortel sehat untuk dikonsumsi, tetapi dalam konteks campak, perawatan medis tetap menjadi prioritas utama.
Sumber: CDC, WHO
Sebanyak 15 negara bagian AS menggugat pemerintahan Trump terkait pengurangan rekomendasi vaksin anak. Kebijakan RFK Jr. dinilai tidak ilmiah dan berisiko.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Kasus pertusis di Amerika Serikat tembus lebih dari 25.000 sepanjang 2025 dan melampaui level pra-pandemi.
Direktur CDC Susan Monarez dicopot dari jabatannya, sebulan setelah dilantik.
Sampai Februari 2025, tercatat 68 kematian anak akibat flu, dengan sembilan di antaranya mengalami komplikasi otak. CDC menekankan pentingnya vaksinasi flu.
IDAI peringatkan risiko KLB Campak saat mudik 2026. Simak tips dr. Piprim Basarah agar anak tetap sehat dan daftar obat wajib di kotak P3K.
PENYAKIT campak kembali menjadi perhatian serius di Indonesia. Berdasarkan data terbaru, sepanjang tahun 2025 tercatat sebanyak 11.094 kasus konfirmasi dengan 69 kematian.
Kasus campak di Indonesia melonjak di awal 2026 dengan 572 kasus terkonfirmasi. Waspadai risiko radang otak dan pneumonia pada anak yang belum divaksin.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Berbagai penyakit menular yang perlu diwaspadai selain campak. Di antaranya batuk rejan, herpes, difteri, varicella atau cacar air, serta parotitis atau yang lebih dikenal dengan gondongan.
UPTD Puskesmas Semboro bersama TNI, Polri, dan Kades gencarkan imunisasi ORI Campak di 4 desa untuk tekan risiko KLB di Jember tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved