Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
LEBIH dari 25.000 kasus batuk rejan (pertusis) telah dilaporkan di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).
Angka tersebut menandai tahun kedua berturut-turut dengan tingkat infeksi yang berada di atas level biasanya.
Pada periode yang sama tahun lalu, sekitar 33.000 kasus pertusis tercatat di negara itu. Data CDC menunjukkan bahwa jumlah kasus batuk rejan tahun ini kian jauh melampaui level sebelum pandemi, ketika sekitar 18.600 infeksi dilaporkan pada 2019.
Bayi menjadi kelompok paling rentan terhadap pertusis. Negara bagian Washington dan Louisiana masing-masing melaporkan kematian bayi akibat penyakit sangat menular tersebut pada awal tahun ini.
Di Washington, kematian pertama terkait pertusis sejak 2011 dilaporkan pada Februari. Sementara di Louisiana, yang sebelumnya mencatat kematian pada 2018, dua bayi meninggal dalam enam bulan terakhir.
Menurut CDC, batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menempel pada silia di saluran pernapasan atas. Bakteri tersebut melepaskan racun yang merusak struktur kecil mirip rambut itu, sehingga menyebabkan pembengkakan saluran napas dan memicu gejala batuk parah yang khas. (Fik/I-1)
Penyakit menular punya peran besar dalam perjalanan manusia. Dalam dunia medis, pakar kesehatan mengukur tingkat penularannya dengan angka reproduksi dasar
Jika tidak ditangani, batuk rejan dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada bayi dan anak di bawah usia dua tahun.
Mengabaikan batuk rejan, terutama pada anak, bisa menyebabkan komplikasi yang berujung pada kematian.
SINGAPURA tengah menghadapi wabah batuk misterius sejak beberapa minggu terakhir. Ratusan orang dilaporkan menderita batuk parah yang gejalanya mirip dengan batuk rejan tersebut.
RATUSAN warga Singapura menderita penyakit batuk misterius. Batuk misterius tersebut mewabah di Singapura sejak beberapa minggu terakhir.
CDC menjelaskan bahwa gejala mata muncul karena virus campak tidak hanya menyerang saluran pernapasan, tetapi juga dapat memengaruhi jaringan tubuh lain, termasuk mata.
Sebanyak 15 negara bagian AS menggugat pemerintahan Trump terkait pengurangan rekomendasi vaksin anak. Kebijakan RFK Jr. dinilai tidak ilmiah dan berisiko.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Direktur CDC Susan Monarez dicopot dari jabatannya, sebulan setelah dilantik.
Sampai Februari 2025, tercatat 68 kematian anak akibat flu, dengan sembilan di antaranya mengalami komplikasi otak. CDC menekankan pentingnya vaksinasi flu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved