Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Bikin Cemas, Angka Penderita Batuk Rejan di AS Menggila

Ficky Ramadhan
26/11/2025 13:08
Bikin Cemas, Angka Penderita Batuk Rejan di AS Menggila
Ilustrasi(Dok. Antara/CBCOMM)

LEBIH dari 25.000 kasus batuk rejan (pertusis) telah dilaporkan di Amerika Serikat sepanjang tahun ini, menurut data terbaru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC).

Angka tersebut menandai tahun kedua berturut-turut dengan tingkat infeksi yang berada di atas level biasanya.

Pada periode yang sama tahun lalu, sekitar 33.000 kasus pertusis tercatat di negara itu. Data CDC menunjukkan bahwa jumlah kasus batuk rejan tahun ini kian jauh melampaui level sebelum pandemi, ketika sekitar 18.600 infeksi dilaporkan pada 2019.

Bayi menjadi kelompok paling rentan terhadap pertusis. Negara bagian Washington dan Louisiana masing-masing melaporkan kematian bayi akibat penyakit sangat menular tersebut pada awal tahun ini.

Di Washington, kematian pertama terkait pertusis sejak 2011 dilaporkan pada Februari. Sementara di Louisiana, yang sebelumnya mencatat kematian pada 2018, dua bayi meninggal dalam enam bulan terakhir.

Menurut CDC, batuk rejan disebabkan oleh bakteri Bordetella pertussis yang menempel pada silia di saluran pernapasan atas. Bakteri tersebut melepaskan racun yang merusak struktur kecil mirip rambut itu, sehingga menyebabkan pembengkakan saluran napas dan memicu gejala batuk parah yang khas. (Fik/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya