Headline

Pesan Presiden ialah efisiensi dimulai dari level atas.

Deteksi Dini Kunci Kesembuhan Kanker Ginjal Anak, Peluang Sembuh Capai 90 Persen

Basuki Eka Purnama
17/3/2026 06:39
Deteksi Dini Kunci Kesembuhan Kanker Ginjal Anak, Peluang Sembuh Capai 90 Persen
Ilustrasi(Freepik)

PELUANG kesembuhan kanker ginjal pada anak sesungguhnya sangat tinggi jika ditemukan pada stadium awal. Dokter Spesialis Anak Subspesialis Hemato Onkologi dari RS Hasan Sadikin Bandung, dr. Nur Melani, Sp.A, Subsp.HO(K), mengungkapkan bahwa angka kesembuhan bisa mencapai 80% hingga 90% dengan deteksi dini dan terapi yang tepat.

Namun, fakta di lapangan menunjukkan realita yang berbanding terbalik. Nur menyebutkan bahwa angka kesembuhan riil di Indonesia saat ini masih jauh dari ideal.

“Jadi kalau dari teori atau statistika berkata bahwa harus di 80%-90% persen kanker ganas ginjal atau tumor ganas ginjal bisa disembuhkan, namun pada kenyataannya baru 30%, itu pun belum dipotong dengan 50% yang putus pengobatan,” ujar Nur, dikutip Selasa (17/3).

Mengenal Tumor Wilms dan Gejalanya

Kanker ginjal pada anak, terutama jenis Tumor Wilms (nefroblastoma), umumnya tidak dapat dicegah. Hal ini karena penyebab pastinya sering kali berkaitan dengan faktor genetik atau kelainan perkembangan ginjal bawaan.

Oleh karena itu, kewaspadaan orangtua menjadi garda terdepan. Nur menekankan pentingnya memerhatikan perubahan bentuk tubuh anak, terutama bagi anak di bawah usia 5 tahun. Salah satu ciri yang paling menonjol adalah perut yang tampak membesar.

“Ciri-cirinya perut terasa keras saat ditekan, yang sering disalahartikan dengan perut kembung,” jelasnya. 

Gejala penyerta lainnya meliputi:

  • Tekanan darah meningkat.
  • Wajah pucat dan tubuh mudah lelah akibat metabolisme sel tumor.
  • Penurunan selera makan hingga muntah akibat massa tumor yang menekan organ di sekitar perut.

Prosedur Diagnosis dan Penanganan

Untuk menegakkan diagnosis, tim medis akan melakukan serangkaian pemeriksaan mulai dari USG hingga CT Scan untuk melihat massa dalam ginjal. Pemeriksaan darah dan urine juga dilakukan guna mengantisipasi adanya komplikasi.

Terkait prosedur pengobatan, langkah awal yang diambil sangat bergantung pada ukuran tumor.

“Kalau misalnya memungkinkan untuk dilakukan operasi terlebih dahulu, maka tindakan operasi merupakan tindakan awal (pengobatan) dan kemudian diteliti lagi secara mikroskop, sudah terjadi penyebaran, jenis selnya apa kemudian ditentukan pengobatan lanjutan yang lebih akurat, bila terlalu besar maka ada upaya untuk mengecilkan tumornya terlebih dahulu dengan lakukan obat-obatan atau kemoterapi,” kata Nur.

Tantangan di Indonesia

Nur menyayangkan masih banyaknya kendala yang menghambat keberhasilan pengobatan di Indonesia. 

Selain faktor psikologis orangtua yang cenderung menyangkal (denial) saat gejala muncul, hambatan birokrasi seperti rujukan berjenjang yang memakan waktu dan administrasi BPJS yang belum aktif turut memperlambat penanganan.

Tingkat putus pengobatan yang mencapai 50% juga menjadi perhatian serius. Padahal, konsistensi dalam menjalani terapi sangat menentukan keselamatan pasien.

Sebagai penutup, Nur mengingatkan peran vital masyarakat dan orangtua untuk lebih peka, terutama jika terdapat riwayat kelainan genetik atau paparan radiasi dalam keluarga.

“Karena kunci utama pada penangan kanker anak adalah deteksi lebih cepat sama dengan peluang sembuh lebih tinggi, jika ditemukan lebih awal pengobatan bisa lebih efektif, komplikasi bisa lebih sedikit, sehingga peluang sembuh lebih besar, dan itu merupakan peran orang tua dan masyarakat,” pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik