Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER adalah pertumbuhan sel yang tidak normal. Sel yang tumbuh tersebut dapat menyebar ke bagian tubuh lainnya hingga menyebabkan kematian.
Meskipun kanker merupakan penyakit yang tidak diketahui penyebab pastinya, tetapi faktor merokok, mengonsumsi alkohol, kurangnya aktivitas tubuh, hingga pola makan tidak sehat dapat memicu kanker.
Salah satu cara untuk mewaspadai pemicu kanker adalah dengan mengurangi konsumsi makanan karsinogenik.
Karsinogenik adalah suatu zat yang diketahui dapat memicu pertumbuhan sel kanker dalam tubuh, khususnya jika dikonsumsi secara berlebihan.
Karsinogenik tidak hanya ditemukan dalam makanan, tetapi juga dalam bahan kimia, obat-obatan, virus, serta sinar radiasi.
Cara kerja zat karsinogenik adalah dengan merusak sel tubuh dan menyebabkan mutasi genetik pada sel sehingga dapat membelah lebih cepat. kondisi ini yang memicu pembentukan sel yang tidak normal dan berpeluang untuk berkembang menjadi kanker.
Makanan dan minuman yang bersifat karsinogenik umumnya telah terkontaminasi dengan pestisida, logam berat, bahkan limbah industri. Zat aditif atau bahan tambahan, seperti aspartam dan sakarin, juga bersifat karsinogenik.
Selain itu, makanan dan minuman yang telah bercampur dengan bahan pewarna dan pengawet makanan, seperti boraks, formalin, dan nitrat, mengandung karsinogen.
Karsinogenik juga ditemui ditemui pada daging yang digoreng dengan suhu tinggi atau dibakar.
Studi Kanker yang diterbitkan pada Januari 2026 lalu di jurnal The BMJ, meneliti dampak 58 pengawet pada orang yang bebas kanker dan diamati selama 14 tahun semenjak 2009 lalu.
Dari penelitian tersebut, enam pengawet, yaitu natrium nitrit, kalium nitrat, sorbat, kalium metabisulfit, asetat, dan asam asetat, menjadi pengawet yang dikaitkan dengan penyakit kanker.
Natrium nitrit yang digunakan dalam daging olahan dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker prostat sebesar 32%. World Health Organization (WHO) bahkan telah menganggap daging olahan sebagai karsinogen yang menyebabkan kanker usus besar.
Sementara itu, kalium nitrat, sorbat, kalium metabisulfit, serta asetat dapat menimbulkan risiko kanker payudara.
Asam asetat yang menjadi bahan utama dalam cuka bahkan dikaitkan dengan peningkatan risiko semua jenis kanker dalam penelitian tersebut.
Jenis pengawet antioksidan, seperti vitamin C, vitamin E, ekstrak tumbuhan, dan pengawet sintesis dikaitkan dengan risiko kanker yang lebih rendah jika dikonsumsi sebagai makanan utuh.
Secara keseluruhan, makanan dan minuman dengan sifat karsinogenik dapat memicu risiko kanker yang lebih besar. Umumnya makanan dan minuman dengan sifat karsinogenik dapat ditemui pada daging merah, makanan dan minuman instan, dan minuman beralkohol.
Berikut adalah daftar makanan dan minuman yang berpotensi memicu kanker:
1. Makanan yang diasap dan diasamkan meningkatkan risiko kanker lambung
2. Minuman beralkohol berisiko tinggi terhadap kanker kerongkongan
3. Makanan dan minuman yang mengandung zat pewarna dan Bahan Tambahan Pangan (BTP) berisiko kanker lambung, kanker kolon, kanker hati, serta kanker pankreas
4. Makanan dan minuman mengandung logam berat dapat meningkatkan risiko kanker kolon dan kanker ginjal
5. Makanan dan minuman yang mengandung bahan kontaminan berisiko meningkatkan kanker paru, kanker perut, kanker ginjal, kanker rektum, kanker kolon, dan kanker hati.
6. Makanan manis yang terbuat dari tepung murni atau daging yang diproses secara berlebihan meningkatkan faktor risiko kanker prostat, kanker kolorektal, dan kanker pankreas.
Untuk mengurangi risiko kanker, tentunya Anda harus mengonsumsi makanan sehat yang diolah menggunakan bahan baku alami dan higienis.
Makanan sehat terdiri dari makanan nabati, seperti serealia, umbi-umbian, kacang-kacangan, serta polong-polongan.
Makanan nabati tersebut mengandung karbohidrat, protein, vitamin dan mineral, serta senyawa bioaktif yang bersifat antioksidan dan serat yang mampu menghambat perkembangan kanker.
Cara pencegahan lain adalah dengan menambah makanan tinggi serat, beraktivitas fisik, mengupayakan berat badan ideal, dan pola hidup sehat. (Asha Bening Rembulan/E-4)
BEBERAPA makanan ketika dikonsumsi dalam jumlah besar, maka hal ini bisa menjadi masalah. Salah satunya adalah meningkatkan risiko seseorang untuk terserang jenis kanker tertentu.
BANYAK dari kita yang mungkin tidak menyadari bahwa makanan dan minuman yang kita konsumsi sehari-hari bisa meningkatkan risiko terkena penyakit serius, termasuk kanker.
Kanker menjadi salah satu penyebab kematian terbesar di dunia. Banyak kasusnya terkait dengan pola makan yang buruk
Asap sampah mengandung bahan kimia berbahaya yaitu hidrogen sulfida dan amonia yang menyebabkan gejala pernapasan seperti batuk dan sesak
Konsumsi makanan dan minuman tidak sehat secara berlebihan dapat mempercepat perkembangan sel kanker. Terutama apabila dikonsumsi secara terus-menerus.
Zat karsinogenik merusak sel dalam tubuh dan menyebabkan mutasi genetik pada sel sehingga sel-sel membelah lebih cepat.
Tahun baru identik dengan kegiatan berkumpul bersama sambil mengolah makanan dengan cara dibakar. Yang jadi persoalan, metode memasak ini kerap dikaitkan dengan risiko kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved