Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI makanan dan minuman tidak sehat secara berlebihan dapat mempercepat perkembangan sel kanker. Terutama apabila dikonsumsi secara terus-menerus.
Konsumsi alkohol dapat memicu organ hati untuk memecah alkohol menjadi asetaldehida, senyawa karsinogenik yang berbahaya. Asetaldehida ini dapat melemahkan sistem imun, membuat tubuh lebih sulit melawan sel-sel prakanker.
2. Daging Olahan
Daging olahan, seperti hotdog, sosis, bakso, dan kornet, mengandung bahan pengawet seperti garam dan asap, yang dapat menghasilkan karsinogen. Sebuah studi meta-analisis yang diterbitkan dalam International Journal of Cancerpada 2018 menunjukkan bahwa konsumsi tinggi daging olahan berhubungan dengan peningkatan risiko kanker payudara.
Meskipun produk susu dapat dikonsumsi dalam jumlah moderat, konsumsi berlebihan, terutama yang tinggi lemak jenuh, dapat meningkatkan risiko kanker payudara, menurut penelitian dalam BMC Cancer 2021.
Makanan, terutama daging, yang dimasak pada suhu tinggi dapat menghasilkan PAH dan HCA, senyawa karsinogenik. Senyawa ini berpotensi merusak DNA sel dan meningkatkan risiko kanker.
Makanan dan minuman manis, serta karbohidrat olahan, dapat meningkatkan risiko kanker. Contoh makanan yang harus dihindari adalah nasi putih, sereal manis, dan minuman manis dalam kemasan. Konsumsi gula dan tepung tinggi dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, yang pada gilirannya meningkatkan peluang terkena kanker ovarium, payudara, dan rahim, menurut tinjauan Diabetes & Metabolism Journal 2019.
Kelelahan berlebihan
Penurunan berat badan drastis
Demam
Perubahan pada kulit
Benjolan pada tubuh
Berkeringat berlebihan di malam hari
Pendarahan yang tidak biasa (Allodokter/Halodoc/Z-10)
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) diimbau untuk tidak lagi menggunakan makanan olahan buatan pabrik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Studi menyebut aktivitas fisik mampu menekan perilaku mirip depresi yang dipicu oleh kegemaran makan junk food dengan tinggi lemak dan gula
Diet tinggi gula tambahan, minuman berpemanis, dan makanan olahan menjadi pemicu utama peradangan yang merusak sel otak.
Konsumsi sekedar satu potong daging olahan atau sekaleng soda sehari sudah dikaitkan dengan lonjakan resiko penyakit serius.
Makanan ini bisa mengalami pengolahan ringan seperti dipotong dan dikemas hingga pengolahan berat ditambah bahan kimia, pengawet, pewarna, pemanis buatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved