Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
FORUM diskusi nasional mengenai miskonsepsi Ultra Processed Food (UPF) merekomendasikan pentingnya komunikasi publik yang lebih tepat dan berbasis sains dalam menyampaikan isu makanan olahan kepada masyarakat.
Salah satu poin penting yang disepakati adalah perlunya penggunaan istilah yang lebih tepat dalam komunikasi publik guna menghindari kebingungan dan stigma negatif terhadap pangan olahan.
Guru Besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM, Sri Raharjo, menyampaikan bahwa istilah UPF kerap menimbulkan salah persepsi di masyarakat.
“Pangan olahan tidak seharusnya dipandang negatif hanya karena melalui proses. Yang menentukan kualitasnya adalah komposisi, pengawasan, dan kesesuaian dengan kebutuhan gizi. Oleh karena itu, istilah yang digunakan dalam komunikasi publik harus lebih tepat dan tidak menimbulkan stigma,” kata Sri, Senin (16/2).
Forum juga menegaskan bahwa pemanfaatan pangan olahan tetap dapat menjadi solusi dalam penyediaan gizi yang aman dan terjangkau, selama diformulasikan dan diawasi secara ketat.
Ke depan, hasil FGD ini akan menjadi bahan penyusunan rekomendasi kebijakan dan materi edukasi publik guna memperkuat literasi gizi masyarakat serta mendukung keberhasilan program MBG secara berkelanjutan. (H-3)
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
SEBUAH studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism mengungkap fakta mengejutkan mengenai dampak makanan ultra-proses (UPF) terhadap kesuburan pria.
UPF atau Ultraviolet Protection Factor merupakan tingkatan perlindungan kain dari paparan sinar UV
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
Penelitian terbaru terhadap 100.000 orang mengungkap konsumsi pengawet makanan olahan dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 47%. Simak penjelasannya.
Satuan Pemenuhan Pelayanan Gizi (SPPG) diimbau untuk tidak lagi menggunakan makanan olahan buatan pabrik dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Studi menyebut aktivitas fisik mampu menekan perilaku mirip depresi yang dipicu oleh kegemaran makan junk food dengan tinggi lemak dan gula
Diet tinggi gula tambahan, minuman berpemanis, dan makanan olahan menjadi pemicu utama peradangan yang merusak sel otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved