Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra-Proses bagi Kesehatan dan Kesuburan Pria

Atalya Puspa    
23/1/2026 12:07
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra-Proses bagi Kesehatan dan Kesuburan Pria
Ilustrasi ultra processed food atau makanan ultra proses (UPF).(Dok. Freepik)

SEBUAH studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism mengungkap fakta mengejutkan mengenai dampak makanan ultra-proses (UPF) terhadap kesuburan pria. Riset ini menunjukkan bahwa proses industri pada makanan, bukan sekadar jumlah kalorinya, menjadi pemicu utama kerusakan kesehatan metabolik dan sistem reproduksi pria dan kesuburan pria.

Penelitian yang digarap oleh tim ilmuwan internasional dari University of Copenhagen dan Université Côte d’Azur ini menyoroti kaitan erat antara pola makan modern dengan penurunan kualitas sperma global yang terjadi selama lima dekade terakhir.

Mengapa Makanan Ultra-Proses Berbahaya bagi Pria?

Selama 50 tahun terakhir, dunia menghadapi dua tren kesehatan yang mengkhawatirkan: lonjakan angka obesitas dan diabetes tipe 2, serta penurunan drastis kualitas sperma pria. Para peneliti menduga kuat bahwa konsumsi produk pangan industri yang mengandung bahan sintetis—seperti pewarna, pengemulsi, dan zat perasa—adalah penyebab utamanya.

“Makanan ultra-proses terbukti merusak kesehatan metabolik dan reproduksi, bahkan ketika tidak dikonsumsi secara berlebihan,” tegas Jessica Preston, penulis utama studi dari Novo Nordisk Foundation Center for Basic Metabolic Research (CBMR).

Metode Penelitian: Kalori Sama, Dampak Berbeda

Studi ini melibatkan 43 pria sehat berusia 20–35 tahun dengan metode yang sangat ketat. Para partisipan menjalani dua jenis pola makan berbeda selama masing-masing tiga minggu:

  • Diet Minim Proses: Mengonsumsi makanan alami dan segar.
  • Diet Tinggi Makanan Ultra-Proses: Mengonsumsi produk pabrikan hasil ekstrusi dan penggorengan awal.

Meskipun kedua diet tersebut dirancang memiliki kandungan kalori, protein, karbohidrat, dan lemak yang identik, hasil pada tubuh partisipan menunjukkan perbedaan yang sangat signifikan.

Dampak Nyata terhadap Hormon dan Kualitas Sperma

Berdasarkan hasil pemantauan, terdapat beberapa temuan krusial yang perlu diwaspadai oleh kaum pria:

1. Peningkatan Lemak Tubuh secara Signifikan

Partisipan yang mengonsumsi makanan ultra-proses mengalami peningkatan lemak tubuh sekitar 1 kilogram lebih tinggi dibandingkan saat menjalani diet minim proses. Hal ini membuktikan bahwa tubuh merespons makanan hasil rekayasa industri secara berbeda dibandingkan makanan alami.

2. Paparan Zat Kimia Plastik (Phthalate)

Peneliti menemukan peningkatan kadar phthalate cxMINP pada kelompok diet ultra-proses. Zat ini merupakan pengganggu hormon yang berasal dari kemasan plastik atau proses manufaktur dan telah lama dikaitkan dengan penurunan kualitas sperma.

3. Gangguan Hormon Reproduksi

Studi mencatat adanya penurunan kadar hormon testosteron dan follicle-stimulating hormone (FSH). Kedua hormon ini merupakan kunci utama dalam proses produksi sperma yang sehat.

Peringatan bagi Generasi Muda

Profesor Romain Barrès, penulis senior studi ini, mengaku terkejut dengan kecepatan dampak negatif yang muncul. “Kami terkejut melihat begitu banyak fungsi tubuh yang terganggu hanya dalam waktu singkat, bahkan pada pria muda yang sehat,” ujarnya.

Temuan ini menjadi dasar kuat bagi para ahli kesehatan untuk mendesak perubahan pedoman gizi nasional. Fokus utama tidak boleh lagi hanya pada pembatasan kalori, melainkan harus mulai menekankan pentingnya menghindari tingkat pemrosesan makanan yang kompleks demi menjaga kesehatan reproduksi pria di masa depan.



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya