Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER usus besar atau kanker kolorektal merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia. Secara global, kanker ini menempati peringkat ketiga sebagai kanker paling umum dan menjadi penyebab kematian akibat kanker nomor dua terbanyak.
Berdasarkan data American Cancer Society, sekitar 1 dari 24 pria dan 1 dari 26 wanita berisiko mengalami kanker kolorektal sepanjang hidupnya. Oleh karena itu, pencegahan melalui gaya hidup sehat seperti rutin berolahraga, tidur cukup, dan menerapkan pola makan seimbang sangat penting dilakukan.
Tak hanya memperhatikan makanan yang dikonsumsi, masyarakat juga perlu memahami jenis makanan yang sebaiknya dihindari. Pada 17 November, Dr. Wendi LeBrett, ahli gastroenterologi lulusan Stanford University dan UCLA, mengungkapkan temuan penting terkait pola makan dan risiko kanker usus.
Dalam unggahannya, Dr. Wendi menyoroti studi terbaru tahun 2025 yang diterbitkan di jurnal JAMA Oncology oleh peneliti dari Harvard University. Studi tersebut menemukan adanya kaitan kuat antara konsumsi tinggi makanan ultra-proses (ultra-processed foods/UPF) dengan munculnya polip usus besar, yang merupakan cikal bakal kanker kolorektal.
“Batasi konsumsi makanan ultra-proses sebisa mungkin,” ujar Dr. Wendi.
Menurut studi Harvard, berikut beberapa makanan yang perlu dibatasi:
Penelitian tersebut mengungkap bahwa wanita berusia 50 tahun ke bawah yang mengonsumsi makanan ultra-proses dalam jumlah tinggi memiliki peningkatan risiko hingga 45% terkena polip usus. Kondisi ini berpotensi berkembang menjadi kanker kolorektal jika tidak ditangani sejak dini.
Studi ini dipimpin oleh Dr. Andrew T. Chan dari Massachusetts General Hospital dan Harvard Medical School, Boston, Amerika Serikat, dan dipublikasikan secara resmi dalam jurnal JAMA Oncology. (Hindustan Times/Z-10)
Dari 2013 hingga 2017, angka kejadian kanker usus meningkat di 27 dari 50 negara yang termasuk dalam analisis untuk orang di bawah usia 50 tahun.
Secara keseluruhan, angka kasus kanker kolorektal telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tren berbeda justru terlihat pada kelompok usia muda.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Ilmuwan kembangkan terapi kanker inovatif pakai cahaya LED dan serpihan timah mikroskopis. Lebih aman, terjangkau, dan tanpa merusak sel sehat.
Tinjauan global dalam The Lancet menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses terkait risiko berbagai penyakit kronis.
American Heart Association (AHA) keluarkan pedoman baru tentang makanan ultra-proses yang masih bisa dikonsumsi dengan bijak.
Konsumsi tinggi makanan ultra-olahan (ultra-processed foods/UPF) secara signifikan meningkatkan risiko kanker paru.
Sebuah studi terbaru mengungkap konsumsi lebih dari 11 porsi makanan ultra-olahan per hari dapat meningkatkan risiko munculnya gejala awal penyakit Parkinson hingga 2,5 kali lipat.
Sebuah studi internasional terbaru menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses (UPF) secara signifikan meningkatkan risiko kematian dini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved