Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah studi kohort besar yang dipublikasikan dalam jurnal Thorax (Juli 2025) mengungkap bahwa konsumsi tinggi makanan ultra-olahan (ultra-processed foods/UPF) secara signifikan meningkatkan risiko kanker paru, termasuk non-small cell lung cancer (NSCLC) dan small cell lung cancer (SCLC).
Penelitian yang melibatkan 1.706 partisipan dari Prostate, Lung, Colorectal, and Ovarian (PLCO) Cancer Screening Trial selama rata-rata 12,2 tahun ini menemukan:
UPF, seperti daging olahan, minuman ringan, roti putih, dan makanan instan, cenderung rendah serat dan nutrisi, namun tinggi gula, lemak jenuh, dan aditif. Risiko tetap signifikan meski telah disesuaikan dengan faktor seperti usia, kebiasaan merokok, IMT, dan kualitas diet.
“Pembatasan makanan ultra-olahan berpotensi menjadi strategi penting untuk mencegah kanker paru secara global,” ujar Prof. Yongzhong Wu dari Chongqing University Cancer Hospital.
Meski bersifat observasional, studi ini memperkuat urgensi kebijakan kesehatan masyarakat untuk membatasi konsumsi UPF secara luas. (Z-10)
Pahami tren kenaikan kanker kolorektal pada usia muda di tahun 2026. Panduan lengkap gejala, penyebab, pola makan sehat, dan langkah skrining dini.
SEBUAH studi terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Cell Metabolism mengungkap fakta mengejutkan mengenai dampak makanan ultra-proses (UPF) terhadap kesuburan pria.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Tinjauan global dalam The Lancet menunjukkan konsumsi makanan ultra-proses terkait risiko berbagai penyakit kronis.
American Heart Association (AHA) keluarkan pedoman baru tentang makanan ultra-proses yang masih bisa dikonsumsi dengan bijak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved