Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Kanker Ginjal pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Peluang Sembuh 2026

Putri Rosmalia Octaviyani
11/3/2026 21:42
Kanker Ginjal pada Anak: Penyebab, Gejala, dan Peluang Sembuh 2026
Ilustrasi ginjal manusia.(Dok. Freepik)

KANKER ginjal tidak hanya menyerang orang dewasa. Di kalangan medis, dikenal istilah Tumor Wilms atau nefroblastoma, sebuah keganasan yang menyerang organ ginjal dan paling sering ditemukan pada anak usia di bawah 5 tahun. Berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) tahun 2026, meskipun termasuk penyakit serius, peluang kesembuhan pasien kanker ginjal anak bisa mencapai 80-90 persen jika ditemukan pada stadium awal.

Apa Itu Tumor Wilms?

Tumor Wilms adalah jenis kanker ginjal primer yang berasal dari sel-sel embrional ginjal. Nama ini diambil dari Max Wilms, seorang dokter asal Jerman yang pertama kali mendeskripsikan penyakit ini. Kanker ini tumbuh dengan cepat dan sering kali membentuk massa yang cukup besar sebelum akhirnya terdeteksi oleh orang tua.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga saat ini, penyebab pasti mutasi genetik pada Tumor Wilms belum diketahui secara absolut. Namun, para ahli mengidentifikasi beberapa faktor risiko utama:

  • Faktor Genetik: Adanya mutasi pada gen WT1 atau CTNNB1.
  • Kelainan Bawaan: Anak yang lahir dengan aniridia (tanpa iris mata) atau hemihypertrophy (ukuran anggota tubuh tidak simetris).
  • Riwayat Keluarga: Meskipun jarang (hanya sekitar 1-2%), riwayat kanker serupa dalam keluarga perlu diwaspadai.

Apakah Kanker Ginjal Anak Bisa Dicegah

Secara medis, Tumor Wilms sulit dicegah karena berkaitan dengan perkembangan sel saat janin atau mutasi genetik acak. Langkah terbaik bukanlah pencegahan primer, melainkan deteksi dini agar tumor tidak menyebar ke paru-paru atau hati.

Gejala yang Wajib Diwaspadai Orangtua

Gejala kanker ginjal pada anak sering kali samar dan menyerupai keluhan ringan. Berikut adalah tanda-tanda yang harus segera dikonsultasikan ke dokter:

  1. Massa atau Benjolan di Perut: Ini adalah tanda paling umum (80% kasus). Benjolan biasanya keras dan tidak terasa sakit saat disentuh.
  2. Hematuria (Darah dalam Urine): Urine berwarna pink, merah, atau kecokelatan akibat gangguan pada jaringan ginjal.
  3. Nyeri Perut: Sekitar 30-40% anak mengeluhkan rasa tidak nyaman di area pinggang atau perut.
  4. Tekanan Darah Tinggi: Tumor dapat memicu pelepasan hormon renin yang meningkatkan tensi secara drastis.
  5. Demam dan Lemas: Kondisi sistemik yang menunjukkan tubuh sedang berjuang melawan keganasan.

Estimasi Biaya dan Akses Pengobatan Kanker Ginjal 2026

Pengobatan kanker anak memerlukan biaya yang tidak sedikit. Di tahun 2026, estimasi biaya medis di Indonesia adalah sebagai berikut:

Jenis Tindakan Estimasi Biaya (Mandiri)
Operasi Nefrektomi Mata Uang Rupiah 45.000.000 - 90.000.000
Kemoterapi (per siklus) Mata Uang Rupiah 5.000.000 - 15.000.000
CT Scan / MRI Mata Uang Rupiah 3.000.000 - 7.000.000

Kabar baiknya, pengobatan kanker ginjal anak sepenuhnya ditanggung oleh BPJS Kesehatan sesuai dengan indikasi medis dan protokol Formularium Nasional (Fornas) 2026.

Kesimpulan

Kanker ginjal pada anak adalah kondisi medis darurat namun memiliki tingkat kesembuhan yang sangat tinggi jika ditangani lebih awal. Peran orang tua dalam melakukan pengecekan mandiri pada perut anak sangat krusial. Jika menemukan benjolan yang tidak biasa, jangan menunda untuk melakukan pemeriksaan USG ke dokter spesialis anak.

Untuk deteksi dini, cobalah teknik "Palpasi Lembut" setiap kali memandikan anak. Raba area perut di bawah tulang rusuk. Jika terasa ada massa keras yang menetap, segera lakukan konsultasi medis.

(H-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri Rosmalia
Berita Lainnya