Headline

Prabowo kembali gelar rapat terbatas bahas dampak perang di wilayah Timur Tengah.

Waspada Kanker Ginjal Anak! Kenali Gejala Perut Membesar dan Demam sejak Dini

N Apuan Iskandar
10/3/2026 21:15
Waspada Kanker Ginjal Anak! Kenali Gejala Perut Membesar dan Demam sejak Dini
Kenali tanda kanker ginjal pada anak sejak dini.(Freepik)

KESADARAN orang tua dalam mengenali perubahan fisik anak menjadi kunci utama dalam mendeteksi kanker ginjal sejak dini. Salah satu gejala yang paling krusial namun sering terabaikan adalah pembesaran perut yang kerap disalahartikan sebagai kembung biasa.

Dokter spesialis anak konsultan hematologi-onkologi, Nur Melani Sari, menjelaskan bahwa kanker ginjal pada anak, khususnya jenis Tumor Wilms (nephroblastoma), memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan kanker dewasa.

“Kanker pada anak biasanya terjadi pada sel yang masih berkembang atau belum matang. Terjadi kesalahan dalam proses perkembangannya sehingga sel tidak tumbuh sebagaimana mestinya,” ujar Nur Melani yang juga Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Hemato Onkologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Selasa (10/3).

Beda Perut Kembung dan Gejala Tumor

Melani menekankan agar orang tua jeli membedakan antara perut kembung dan adanya massa tumor. Menurutnya, perut yang membesar akibat tumor akan terasa lebih keras saat diraba dan benjolannya tidak mudah digerakkan.

Selain perut yang membesar, terdapat sejumlah gejala penyerta yang wajib diwaspadai orang tua:

  • Demam yang tidak jelas penyebabnya.
  • Adanya darah dalam urine (hematuria).
  • Peningkatan tekanan darah (hipertensi).
  • Anak terlihat pucat dan mudah lelah.
  • Penurunan kondisi fisik secara umum.

“Sering kali orang tua membawa anak ke dokter karena keluhan demam, bukan karena benjolannya. Hal ini karena benjolan tumor ginjal sering kali tidak menimbulkan rasa nyeri pada awalnya,” tambahnya.

Peluang Sembuh hingga 90 Persen

Kabar baiknya, kanker ginjal pada anak memiliki prognosis atau peluang kesembuhan yang sangat tinggi jika ditemukan pada stadium awal. Dr. Melani menyebutkan tingkat kesembuhan bisa mencapai angka 80% hingga 90%.

“Jika ditemukan lebih awal sebelum terjadi penyebaran, peluang sembuhnya sangat besar. Pengobatan akan jauh lebih efektif dengan risiko komplikasi yang lebih kecil,” jelasnya.

Langkah awal diagnosa biasanya dilakukan melalui pemeriksaan ultrasonografi (USG) yang cepat dan tidak invasif. Jika terdapat kecurigaan kuat, dokter akan melanjutkan dengan CT scan untuk melihat detail kondisi ginjal anak.

Sebagai langkah pencegahan dan menjaga kesehatan jangka panjang, orang tua diimbau tetap menerapkan pola hidup sehat, memberikan nutrisi seimbang, serta menjauhkan anak dari paparan asap rokok sejak dini. (Z-10)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Gana Buana
Berita Lainnya