Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Nyeri di Pinggang Bisa Jadi Gejala Kanker Ginjal, Kenali Tanda dan Penagangannya 

Cornelius Juan Prawira
14/1/2026 10:55
Nyeri di Pinggang Bisa Jadi Gejala Kanker Ginjal, Kenali Tanda dan Penagangannya 
Ilustrasi(Freepik)

KANKER ginjal memiliki sifat asimtomatik atau tidak menimbulkan gejala pada stadium awal. Sering kali, penyakit ini baru terdeteksi saat melakukan pemeriksaan untuk keluhan lain.

Dikutip dari Alodokter dan Siloam Hospitals, kanker ginjal tumbuh perlahan dan sulit terdeteksi secara fisik. Beberapa tanda yang muncul saat kanker sudah berkembang meliputi:

  • Hematuria: Adanya darah dalam urine sehingga urine tampak kemerahan.
  • Nyeri Pinggang: Rasa sakit di area punggung atau samping yang tidak kunjung hilang.
  • Massa pada Perut: Terdapatnya benjolan di area pinggang atau perut samping.
  • Penurunan Berat Badan: Berat badan turun drastis disertai hilangnya nafsu makan dan kelelahan berat.

Faktor Risiko Utama 

Siapa saja bisa terkena, namun faktor tertentu meningkatkan peluangnya. Mengutip Mount Elizabeth dan Siloam Hospitals, faktor risiko tersebut antara lain:

  • Gaya Hidup: Kebiasaan merokok dan obesitas (berat badan berlebih).
  • Riwayat Penyakit: Menderita tekanan darah tinggi (hipertensi) atau gagal ginjal kronis yang mengharuskan cuci darah jangka panjang.
  • Usia dan Jenis Kelamin: Lebih sering ditemukan pada pria dan orang yang berusia di atas 50 tahun.
  • Paparan Zat Kimia: Lingkungan kerja yang terpapar asbes atau kadmium.

Deteksi Dini melalui Diagnosis 

Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan. 

Pentingnya dilkukan tes pencitraan seperti USG, CT Scan, atau MRI untuk melihat kondisi ginjal secara visual. Selain itu, tes urine dan fungsi darah dilakukan untuk melihat efektivitas kerja ginjal dan mendeteksi adanya sel abnormal.

Pengobatan ditentukan berdasarkan stadium dan kondisi kesehatan pasien secara umum. Menurut Alodokter, opsinya meliputi:

  • Operasi pengangkatan ginjal (Nefrektomi): Prosedur pengangkatan sebagian (nefrektomi parsial) atau seluruh ginjal (nefrektomi radikal).
  • Ablasi: Menghancurkan tumor dengan suhu panas (radiofrekuensi) atau sangat dingin (krioterafi).
  • Terapi Target & Imunoterapi: Menggunakan obat-obatan khusus untuk menghambat pertumbuhan sel kanker atau meningkatkan imun tubuh untuk melawan sel tersebut.

Pencegahan Melalui Gaya Hidup 

Meskipun beberapa faktor risiko seperti genetika tidak bisa diubah, masyarakat bisa meminimalisir risiko dengan pencegahan melalui gaya hidup. 

Berhenti merokok, menjaga berat badan ideal melalui olahraga, dan mengontrol tekanan darah agar tetap stabil guna bisa mencegah penyakit ini. 

Jika sudah terasa gejala seperti tersebut, jangan tunda untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya