Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
NYERI pinggang, menurut dokter spesialis ortopedi Andra Hendriarto, bisa terjadi karena banyak hal, termasuk di antaranya tumor dan kanker.
"Penyebab sakit pinggang itu banyak, salah satunya penyebaran tumor dari satu kanker, salah satunya kanker darah," kata Andra, dikutip Sabtu (20/9).
Menurut Andra, masalah di bagian tulang belakang di area pinggang paling sering dikeluhkan karena bagian itu yang paling banyak bergerak saat beraktivitas.
Dokter lulusan Universitas Indonesia itu mengemukakan bahwa nyeri pinggang bisa jadi merupakan gejala kanker kelenjar getah bening atau limfoma.
"Yang paling sering nyeri tulang belakang tuh limfoma, kanker darah. Dan biasanya, tidak cuma kena yang tua tapi juga kadang-kadang
umurnya masih muda banget," katanya.
Limfoma adalah kanker darah yang bisa menyebabkan pembengkakan pada kelenjar getah bening. Kanker ini bermula saat sel kanker menyerang limfosit, satu sel darah putih yang berperan penting bagi kekebalan tubuh.
Andra menyampaikan bahwa nyeri pinggang yang perlu dicurigai sebagai gejala kanker darah adalah nyeri pinggang yang bersifat
non-mekanikal.
Ia menjelaskan, nyeri pinggang nonmekanikal terjadi karena ketidakmampuan tulang belakang menopang berat tubuh.
Kondisi yang demikian membuat orang yang mengalami nyeri pinggang non-mekanikal kesulitan duduk atau berdiri bahkan dalam waktu singkat.
Nyeri pinggang nonmekanikal bisa disertai kelemahan atau kelumpuhan, biasanya karena penyakit serius seperti infeksi serta tumor dari tempat lain yang menyebar ke tulang belakang.
Pasien yang mengalami nyeri pinggang non-mekanikal biasanya juga mengalami gejala lain seperti demam, penurunan nafsu makan, serta penurunan berat badan secara drastis.
Andra, yang berpraktik di Rumah Sakit Pondok Indah-Bintaro Jaya, mengatakan bahwa nyeri pinggang semacam itu biasanya dirasakan pada
saat istirahat.
"Jadi, paling sering, biasanya terbangun tengah malam karena nyeri. Kalau sudah terbangun tengah malam karena nyeri, paling sering tumor
atau kanker," pungkasnya. (Ant/Z-1)
Karena ginjal terletak di bagian belakang rongga perut, tumor kecil sulit dideteksi tanpa teknologi terkini di bidang kesehatan.
Dokter spesialis ortopedi konsultan sendi, Andra Hendriarto, Sp.OT (K), mengingatkan pentingnya mengenali gejala nyeri pinggang yang sebaiknya tidak diabaikan
Penderita sakit pinggang direkomendasikan tidurnya dengan posisi telentang kasurnya jenis medium sampai medium firm, jangan terlalu keras.
Nyeri pinggang bisa disebabkan oleh kelelahan otot, postur yang salah, cedera, hingga penyakit ginjal atau saraf. Jadi jika nyeri berlangsung lama, jangan hanya diatasi sendiri
Kebiasaan duduk terlalu lama dapat menyebabkan area tulang belakang mengalami kekakuan, dan menimbulkan tekanan pada otot.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Berbeda dengan herediter, kanker familia terjadi bukan karena mutasi gen, melainkan karena anggota keluarga hidup dalam satu ekosistem yang sama.
Jika langkah-langkah pencegahan dan deteksi dini tidak diperkuat sejak dini, jumlah kasus kanker diprediksi akan meningkat hingga 70% pada 2050.
KECANTIKAN sejati bagi seorang wanita sering kali didefinisikan melalui pantulan cermin. Namun, esensi sebenarnya terletak pada pancaran empati dan kekuatan dari dalam hati.
Angka kematian akibat kanker di Indonesia tercatat masih 234.000 kasus tiap tahun, dengan kasus tertinggi kanker payudara yang menurut Globocan 2020 tercatat 66.000 kasus.
PENYANYI Alika Islamadina menerapkan pola hidup yang lebih sehat setelah menjadi caregiver (perawat) bagi ibunya yang mengalami kanker.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved