Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER spesialis penyakit dalam konsultan hematologi-onkologi medik Agus Jati Sunggoro mengemukakan pentingnya dukungan sistem kesehatan nasional yang adaptif dan inklusif dalam upaya penanganan kanker payudara di Indonesia.
"Kementerian Kesehatan telah menyediakan program skrining gratis untuk empat jenis kanker, termasuk kanker payudara, yang seluruh biayanya
ditanggung BPJS Kesehatan. Namun, ketersediaan program saja tidak cukup," kata Agus, dikutip Rabu (10/9).
"Penguatan layanan primer, pendekatan multidisiplin yang terkoordinasi, pembiayaan yang lebih inklusif dan terjangkau, dan reformasi pendidikan kedokteran harus menjadi bagian dari solusi," lanjut dokter lulusan Universitas Sebelas Maret itu.
Menurut dia, penerapan kebijakan dan program kesehatan pemerintah perlu disertai dengan upaya konsisten untuk mengatasi akar persoalan seperti peningkatan kapasitas tenaga medis di fasilitas pelayanan kesehatan primer serta edukasi untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.
Dia mengemukakan pula pentingnya reformasi untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan pendidikan kedokteran berkualitas yang biayanya lebih terjangkau.
Agus juga menekankan pentingnya keberlanjutan pendanaan program dan peningkatan akses terhadap pengobatan inovatif, seperti terapi Trastuzumab, dalam penanganan kanker payudara.
"Obat ini sebetulnya sudah masuk FORNAS dan direkomendasikan untuk pasien stadium awal sebagai terapi pencegahan kekambuhan. Tapi, di lapangan BPJS baru menanggung untuk pasien stadium lanjut," katanya.
Berdasarkan uji klinis fase III DESTINY-Breast04, ia menjelaskan, Trastuzumab Deruxtecan, yang merupakan golongan konjugat obat antibodi terbaru, dapat memperpanjang median angka ketahanan hidup tanpa progresi penyakit pada pasien HER2-low menjadi 9,9 bulan, hampir dua kali lipat dari kemoterapi standar.
Menurut dia, penggunaan obat itu juga bisa membantu meningkatkan angka harapan hidup pasien hingga 23,4 bulan. (Ant/Z-1)
Kenali jenis mastektomi, lama pemulihan, serta cara merawat tubuh dan kesehatan mental setelah operasi kanker payudara.
Menurut data World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 terdapat sekitar 40 dari 100.000 perempuan di Indonesia yang didiagnosis dengan kanker payudara.
Jika dibandingkan negara-negara di Asia Tenggara maka Indonesia termasuk salah satu negara dengan bertahan hidup pasien kanker payudara yang rendah.
Studi 11 tahun di tujuh pusat layanan kesehatan New York menunjukkan seperempat kasus kanker payudara terjadi pada perempuan usia 18-49 tahun.
Mahkota Dewa kaya senyawa aktif yang berpotensi melawan sel kanker payudara. Namun, konsumsi tetap harus hati-hati dan tak menggantikan pengobatan medis.
“Dari ibu ke ibu, yang baru saja menderita kanker, saya hanya ingin memeluknya," kata Jessie J
Kepala BSKDN Kemendagri Yusharto Huntoyungo menegaskan capaian dan penghargaan inovasi daerah tidak boleh menjadi titik akhir dalam berinovasi.
Ancaman super flu, infeksi saluran pernapasan akibat virus influenza dengan gejala yang lebih berat dibanding flu biasa, kian menjadi perhatian.
Buku berjudul Mika & Maka: Berani ke Dokter karya kolaborasi Karen Nijsen dan Maria Ardelia menghadirkan kisah yang disampaikan secara hangat dan mudah dipahami agar anak takut ke dokter
Siapa sangka, golongan darah ternyata ikut berkaitan dengan risiko serangan jantung. Ini bukan mitos kesehatan.
Dengan teknologi bedah robotik, standar perawatan bedah tidak lagi dibatasi oleh jarak geografis, melainkan ditentukan oleh kualitas keahlian dan presisi teknologi.
Bupati Samosir Vandiko Gultom mengusulkan peningkatan daya dukung fasilitas kesehatan di Samosir agar sejalan dengan statusnya sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved