Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Aktif Bergerak dan Menjaga Berat Badan Bisa Kurangi Risiko Kematian akibat Kanker Payudara

Asha Bening Rembulan
18/3/2026 22:50
Aktif Bergerak dan Menjaga Berat Badan Bisa Kurangi Risiko Kematian akibat Kanker Payudara
Ilustrasi(freepik)

STUDI pada tahun 2022 oleh World Cancer Research Fund membawakan hasil peninjauan yang cukup besar untuk menemukan faktor-faktor kunci yang dapat memengaruhi risiko kematian bagi perempuan setelah diagnosis kanker payudara.

Tinjauan ini bertujuan untuk memahami hubungan antara berat badan, aktivitas fisik, diet, dan risiko kematian setelah diagnosis kanker payudara.

Temuan Utama dari Studi

Dari studi tersebut, terdapat beberapa temuan utama terkait faktor gaya hidup setelah diagnosis kanker payudara dan pengaruhnya terhadap peluang kesembuhan ataupun kelangsungan hidup pasien.

Temuan utama tersebut adalah sebagai berikut:

1. Lemak tubuh

Terdapat bukti mengenai hubungan antara kelebihan lemak tubuh setelah diagnosis dengan hasil kesehatan yang lebih buruk. Studi ini menunjukkan hasil yang kuat yang mana Indeks Massa Tubuh (BMI) yang tinggi dikaitkan dengan peningkatan risiko kematian sebesar 10%.

Sebanyak 226 studi dari seluruh dunia menunjukkan bahwa lebih dari 456 ribu perempuan terdiagnosis kanker payudara dan sebanyak tiga puluh enam ribu diantaranya meninggal.

Selain itu, terdapat bukti kuat bahwa BMI yang lebih tinggi meningkatkan risiko munculnya kanker payudara baru.

2. Aktivitas fisik

Dari hasil studi ini menunjukkan bahwa aktivitas fisik dinilai memberikan manfaat perlindungan, meskipun kualitas buktinya dikategorikan terbatas.

Aktivitas fisik dapat menurunkan risiko kematian kanker payudara sebesar 14% dan penurunan ini terjadi secara linear hingga tingkat aktivitas mencapai 20 jam per minggu. 

Sebagian besar penelitian meneliti aktivitas fisik, seperti aerobik, berjalan kaki, dan berlari dengan penelitian terbatas pada aktivitas lainnya. Namun, melakukan aktivitas fisik ringan pun akan tetap memberikan manfaat kelangsungan hidup.

3. Diet dan nutrisi

Hasil studi memperlihatkan bahwa bukti untuk faktor diet masih terbatas, tetapi beberapa poin menunjukkan hasil positif. 

Beberapa poin tersebut mencakup pola makan sehat, konsumsi kedelai, asupan serat yang tinggi, serta konsumsi vitamin D. Poin-poin ini dikaitkan dengan risiko kematian yang lebih rendah dan penurunan risiko kekambuhan kanker payudara.

Untuk itu, penting bagi penyintas kanker payudara untuk menjaga berat badan yang sehat setelah diagnosis, melakukan aktivitas fisik secara rutin sesuai kemampuan dan saran medis, serta mengonsumsi makanan tinggi serat dan pola makan sehat.

Hasil penelitian ini telah diterbitkan di International Journal of Cancer.

Sumber: World Cancer Research Fund



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik