Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
Sebuah laporan terbaru menunjukkan adanya perubahan tren kasus colorectal cancer atau kanker kolorektal di Amerika. Jika sebelumnya penyakit ini lebih banyak menyerang kelompok usia lanjut, kini peningkatan kasus justru mulai terlihat pada kelompok usia yang lebih muda.
Temuan tersebut tercantum dalam laporan Colorectal Cancer Statistics 2026 yang diterbitkan oleh American Cancer Society. Laporan ini menunjukkan bahwa secara keseluruhan angka kejadian kanker kolorektal memang menurun sejak 2013, terutama pada kelompok usia 65 tahun ke atas. Namun, di sisi lain kasus pada kelompok usia di bawah 65 tahun justru meningkat. Lonjakan paling besar terjadi pada kelompok usia 20 hingga 49 tahun.
Menurut Direktur Ilmiah Senior untuk riset surveilans di American Cancer Society sekaligus penulis utama laporan tersebut, Rebecca L Siegel, perubahan pola penyakit ini terjadi sangat cepat. Ia menyebutkan bahwa beban kanker kolorektal kini semakin bergeser ke kelompok usia yang lebih muda di negeri Paman Sam tersebut.
Kanker kolorektal merupakan kanker ketiga yang paling sering terjadi di Amerika. Penyakit ini juga menjadi penyebab kematian akibat kanker terbesar kedua setelah Lung Cancer. Bahkan pada kelompok orang dewasa berusia di bawah 50 tahun, kanker kolorektal menjadi penyebab kematian akibat kanker yang paling tinggi dibandingkan jenis kanker lainnya.
Laporan tersebut memperkirakan sekitar 158.850 kasus baru kanker kolorektal akan didiagnosis di Amerika Serikat pada 2026. Sementara itu, sekitar 55.230 orang diperkirakan meninggal dunia akibat penyakit tersebut.
Jika dilihat dari tren jangka panjang, angka kejadian kanker kolorektal secara keseluruhan sebenarnya menurun sekitar 0,9% per tahun pada periode 2013 hingga 2022. Namun, tren tersebut berbeda jika dilihat berdasarkan kelompok usia. Pada kelompok usia 65 tahun ke atas, angka kejadian menurun sekitar 2,5% per tahun. Sebaliknya, kasus pada kelompok usia 50 hingga 64 tahun meningkat sekitar 0,4% per tahun, sementara pada kelompok usia 20 hingga 49 tahun meningkat hingga 3% per tahun.
Saat ini, sekitar 45% kasus kanker kolorektal terjadi pada individu berusia 64 tahun atau lebih muda, meningkat dari sekitar 27% pada 1995.
Selain peningkatan kasus secara umum pada usia muda, peneliti juga menemukan adanya kenaikan pada kasus Rectal Cancer. Padahal selama beberapa dekade sebelumnya angka kejadian kanker rektum terus menurun. Namun, pada periode 2019 hingga 2022, angka kejadiannya meningkat sekitar 1% per tahun pada semua kelompok usia.
Saat ini kanker rektum menyumbang sekitar 32% dari seluruh diagnosis kanker kolorektal, meningkat dari sekitar 27% sekitar dua dekade lalu.
Peneliti juga menemukan bahwa sekitar 75% kanker kolorektal pada orang berusia di bawah 50 tahun baru terdiagnosis ketika penyakit sudah berada pada stadium lanjut. Bahkan sekitar 27% kasus telah berada pada tahap metastasis, yaitu ketika kanker sudah menyebar ke organ lain.
Meski penyebab pasti meningkatnya kasus kanker kolorektal pada usia muda belum diketahui secara jelas, para peneliti menilai sejumlah faktor gaya hidup dapat berperan dalam meningkatkan risiko penyakit ini. Menurut Siegel, lebih dari setengah kasus kanker kolorektal berkaitan dengan faktor risiko yang sebenarnya dapat dimodifikasi.
Beberapa di antaranya meliputi kelebihan berat badan, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, pola makan tidak sehat, konsumsi alkohol berlebihan, serta konsumsi daging merah atau daging olahan.
Analisis tren berdasarkan generasi kelahiran juga menunjukkan bahwa risiko kanker kolorektal sempat menurun pada paruh pertama abad ke-20 dan mencapai titik terendah sekitar tahun 1950. Namun, setelah itu risiko penyakit ini kembali meningkat pada setiap generasi berikutnya.
Para ahli menekankan bahwa skrining dan deteksi dini menjadi langkah penting untuk menekan angka kasus kanker kolorektal. U.S. Preventive Services Task Force merekomendasikan agar individu dengan risiko rata-rata mulai menjalani skrining kanker kolorektal sejak usia 45 tahun.
Namun, data menunjukkan bahwa hanya sekitar 37% orang berusia 45 hingga 49 tahun yang telah menjalani pemeriksaan skrining. Padahal, sekitar setengah dari seluruh kasus kanker kolorektal pada orang di bawah usia 50 tahun terjadi pada kelompok usia 45 hingga 49 tahun.
Sementara itu, individu yang memiliki riwayat keluarga dengan kanker kolorektal atau faktor risiko tertentu disarankan untuk melakukan skrining lebih awal.
Deteksi dini terbukti sangat penting karena tingkat kelangsungan hidup lima tahun pada pasien dengan kanker kolorektal yang terdeteksi pada tahap awal dapat mencapai sekitar 90%. Selain itu, pemeriksaan Colonoscopy juga memungkinkan dokter menemukan dan mengangkat polip sebelum berkembang menjadi kanker, sehingga dapat membantu mencegah penyakit tersebut. (E-3/Healio)
Kasus kanker kolorektal usia muda terus meningkat. Pola makan modern, rendah serat dan tinggi makanan ultra-olahan disebut jadi faktor risiko utama.
Studi terbaru mengungkap lonjakan kematian akibat kanker usus besar pada dewasa muda. Jangan abaikan nyeri perut dan perubahan pola BAB. Simak selengkapnya.
Sebelum meninggal di usia 48 tahun, James Van Der Beek meninggalkan pesan menyentuh tentang cinta dan keluarga di Instagram.
Peneliti Weill Cornell Medicine mengungkap rantai reaksi imun di usus yang memicu kanker kolorektal pada penderita IBD. Temuan ini menjadi terobosan pencegahan kanker.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Para dokter menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kolonoskopi, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal atau gejala mencurigakan.
Kanker usus besar dulunya identik dengan lansia. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, usia pasien kanker usus besar semakin muda.
Kanker kolorektal menyerang jaringan usus besar (kolon) dan usus paling bawah sampai anus (rektum). Biasanya masyarakat lebih mengenak kanker kolorektal dengan sebutan kanker usus.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved