Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KANKER kolorektal yang menyerang usus besar dan rektum kini tidak hanya menjadi ancaman bagi usia lanjut, tapi juga semakin banyak ditemukan pada usia muda.
Selain itu, infeksi usus buntu yang tidak segera ditangani dengan tepat juga berpotensi memicu kanker usus besar. Kondisi ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat untuk lebih menjaga kesehatan pencernaan dan mengenali gejala awal penyakit.
Menurut artikel dari Halodoc, kanker kolorektal biasanya bermula dari polip yang kemudian berkembang menjadi ganas.
Meski umumnya menyerang usia di atas 50 tahun, ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko kanker ini pada usia muda, antara lain:
KlikDokter menjelaskan bahwa usus buntu adalah organ kecil yang menempel pada usus besar dan bisa mengalami peradangan (apendisitis).
Infeksi usus buntu yang terlambat ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius seperti pecahnya usus buntu, peritonitis, dan sepsis.
Selain itu, beberapa penelitian menunjukkan bahwa orang yang pernah menjalani operasi usus buntu memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker usus besar, terutama pada usia lanjut.
Para ahli menduga usus buntu memiliki peran penting dalam sistem kekebalan tubuh dan menjadi ‘rumah’ bagi bakteri baik. Hilangnya fungsi ini akibat peradangan atau operasi dapat memengaruhi kesehatan usus dan meningkatkan risiko kanker.
Gejala kanker kolorektal dan infeksi usus buntu seringkali mirip dengan gangguan pencernaan biasa, sehingga mudah diabaikan, seperti:
Para dokter menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan kolonoskopi, terutama bagi yang memiliki riwayat keluarga kanker kolorektal atau gejala mencurigakan. Selain itu, perubahan gaya hidup sehat sangat dianjurkan, seperti:
Meningkatnya kasus kanker kolorektal di usia muda dan potensi kanker usus akibat infeksi usus buntu menuntut kewaspadaan lebih dari masyarakat.
Kenali gejala awal, lakukan pemeriksaan kesehatan rutin, dan terapkan pola hidup sehat untuk mencegah risiko penyakit yang bisa berakibat fatal ini.
Sumber: Halodoc, KlikDokter
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dari 2013 hingga 2017, angka kejadian kanker usus meningkat di 27 dari 50 negara yang termasuk dalam analisis untuk orang di bawah usia 50 tahun.
Secara keseluruhan, angka kasus kanker kolorektal telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tren berbeda justru terlihat pada kelompok usia muda.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Ilmuwan kembangkan terapi kanker inovatif pakai cahaya LED dan serpihan timah mikroskopis. Lebih aman, terjangkau, dan tanpa merusak sel sehat.
Kirsten Dunst membagikan momen ketakutannya saat mengajak sang anak ke Budapest, Hongaria, untuk syuting film yang terbarunya The Entertainment System is Down.
MENGUNYAH makanan Anda dengan baik ternyata dapat mencegah usus buntu. Namun perlu diperhatikan jumlah kunyahan yang baik. Itu tergatung pada tekstur makanan
Rasa nyeri pada perut bukan satu-satunya indikasi anak mengidap usus buntu. Ada gejala lain yang wajib orang tua ketahui agar cepat tertangani.
Jika tidak diobati, usus buntu yang meradang akan pecah, menumpahkan bakteri dan kotoran ke dalam rongga perut atau bagian tengah tubuh Anda yang menahan hati, perut, dan usus.
Gelandang berusia 22 tahun itu sudah absen saat timnas Inggris menang 2-0 atas Ukraina di laga kualifikasi Piala Eropa 2024 di Stadion Wembley, Minggu (26/3).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved