Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
YOGURT bukan hanya lezat dan menyegarkan, tetapi juga memiliki manfaat luar biasa bagi kesehatan saluran cerna. Studi terbaru menunjukkan bahwa konsumsi yogurt secara rutin dapat membantu mengurangi risiko kanker usus besar atau kanker kolorektal. Kanker ini merupakan salah satu jenis kanker paling mematikan di dunia, termasuk di Indonesia, terutama pada pria.
Kanker usus besar atau kanker kolorektal menyerang bagian usus besar hingga rektum. Gaya hidup modern, termasuk pola makan tinggi lemak dan rendah serat, sangat berperan dalam meningkatnya angka kejadian kanker ini. Oleh karena itu, pendekatan pencegahan yang alami dan mudah diakses menjadi semakin penting, salah satunya melalui konsumsi yogurt tinggi probiotik.
Yogurt adalah hasil fermentasi susu yang kaya akan nutrisi penting seperti:
Kalsium, yang mengikat asam empedu dan asam lemak bebas yang dapat merusak lapisan usus.
Vitamin D, yang mendukung penyerapan kalsium dan memiliki sifat anti-inflamasi.
Probiotik, seperti Lactobacillus dan Bifidobacterium, yang menjaga keseimbangan mikrobiota usus, memperkuat sistem imun, dan mencegah peradangan kronis yang dapat memicu kanker.
Menurut Dr. dr. Ajoedi, Sp.B(K)BD, Dokter Spesialis Bedah Digestif Konsultan dari RS Kanker Dharmais:
“Konsumsi yogurt yang mengandung probiotik secara teratur dapat mendukung kesehatan saluran cerna dan menurunkan risiko kanker kolorektal.”
Selain mengonsumsi yogurt, para ahli juga merekomendasikan perubahan gaya hidup berikut untuk mencegah kanker usus besar:
Sayuran hijau, buah-buahan, biji-bijian, dan kacang-kacangan mempercepat proses pencernaan dan mengurangi paparan zat karsinogen di usus.
Mengurangi konsumsi sosis, ham, nugget, dan makanan olahan lainnya penting karena kandungan nitrit dan zat pengawetnya dapat meningkatkan risiko kanker.
Ikan, tahu, tempe, dan kacang-kacangan adalah alternatif protein yang lebih baik dan mendukung pencernaan sehat.
Makanan cepat saji dan minuman manis meningkatkan risiko obesitas dan inflamasi, dua faktor yang berkaitan dengan kanker.
Air membantu proses pencernaan dan mendukung detoksifikasi alami tubuh.
Aktivitas fisik minimal 30 menit setiap hari terbukti menurunkan risiko berbagai jenis kanker, termasuk kanker usus besar.
Mengonsumsi yogurt setiap hari sebagai bagian dari pola makan sehat bisa menjadi langkah pencegahan yang efektif dan alami terhadap kanker usus besar. Namun, yogurt bukan pengganti pengobatan, melainkan pelengkap gaya hidup sehat yang mendukung sistem pencernaan optimal.
Sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau ahli gizi untuk merancang pola makan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi tubuh Anda. (Allodokter/RS Kanker Dharmais/Z-10)
Kabar wafatnya legenda golf Jepang Masashi Jumbo Ozaki pada 23 Desember 2025 mengejutkan dunia olahraga.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dia berharap, dirinya bisa mendorong anak muda lain untuk memeriksakan diri, meski mereka mungkin berpikir tidak ada masalah.
Para ilmuwan mendesak pemerintah Inggris memberi label peringatan pada bacon dan ham yang mengandung nitrit, bahan kimia penyebab kanker usus besar menurut WHO.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dari 2013 hingga 2017, angka kejadian kanker usus meningkat di 27 dari 50 negara yang termasuk dalam analisis untuk orang di bawah usia 50 tahun.
Secara keseluruhan, angka kasus kanker kolorektal telah menurun dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tren berbeda justru terlihat pada kelompok usia muda.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Kanker kolorektal atau kanker usus besar selama ini dikenal sebagai penyakit yang menyerang orang berusia lanjut.
Ilmuwan kembangkan terapi kanker inovatif pakai cahaya LED dan serpihan timah mikroskopis. Lebih aman, terjangkau, dan tanpa merusak sel sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved