Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Gejala dan Penyebab Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek

Reynaldi Andrian Pamungkas
12/2/2026 21:40
Gejala dan Penyebab Kanker Usus Besar, Penyakit yang Diidap James Van Der Beek
James Van Der Beek(Doc IMDB)

KABAR duka datang dari dunia hiburan Hollywood. Aktor legendaris pemeran Dawson Leery dalam serial Dawson's Creek, James Van Der Beek, dikabarkan meninggal dunia pada 11 Februari 2026 di usia 48 tahun. James wafat setelah berjuang melawan kanker usus besar (kolorektal) stadium 3 yang didiagnosis sejak akhir 2024.

Kasus yang menimpa James Van Der Beek mengejutkan banyak pihak karena sang aktor dikenal sangat menjaga kebugaran tubuh. Hal ini menjadi pengingat penting bahwa kanker usus besar bisa menyerang siapa saja, bahkan di usia produktif. Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai gejala, penyebab, hingga langkah pencegahannya.

Apa Itu Kanker Usus Besar?

Kanker usus besar adalah keganasan yang terjadi pada jaringan usus besar (kolon) atau rektum. Penyakit ini merupakan salah satu penyebab kematian akibat kanker tertinggi di dunia. Secara medis, kanker ini sering bermula dari polip adenoma, yaitu benjolan kecil di dinding dalam usus yang awalnya bersifat jinak namun berpotensi menjadi ganas dalam waktu 5 hingga 10 tahun.

Gejala Kanker Usus Besar yang Perlu Diwaspadai

Banyak penderita kanker usus besar tidak merasakan keluhan pada stadium awal. Namun, seiring berkembangnya massa tumor, muncul beberapa gejala klinis seperti:

  • Perubahan Pola BAB: Diare atau sembelit yang berlangsung lebih dari empat minggu tanpa penyebab yang jelas.
  • Pendarahan Rektal: Adanya darah segar atau darah berwarna gelap pada tinja.
  • Nyeri Perut: Kram, perut kembung, atau rasa sakit yang menetap di area perut.
  • Kelelahan Ekstrem: Tubuh terasa lemas akibat anemia yang disebabkan oleh pendarahan internal yang tidak terlihat.
  • Penurunan Berat Badan: Berat badan turun drastis secara tiba-tiba tanpa diet atau olahraga intens.

Penyebab dan Faktor Risiko

Hingga tahun 2026, para ahli onkologi mengidentifikasi beberapa faktor utama yang meningkatkan risiko seseorang terkena kanker kolorektal:

  1. Gaya Hidup: Konsumsi daging merah (sapi, kambing) dan daging olahan (sosis, ham) secara berlebihan.
  2. Kurang Serat: Diet rendah sayuran dan buah-buahan mengganggu kesehatan mikrobioma usus.
  3. Faktor Genetik: Riwayat keluarga dengan kanker usus atau kelainan genetik seperti Lynch Syndrome.
  4. Kondisi Medis: Penyakit radang usus kronis seperti Crohn atau Kolitis Ulseratif.
  5. Usia: Meskipun risiko meningkat di atas 50 tahun, tren di tahun 2026 menunjukkan peningkatan kasus signifikan pada kelompok usia di bawah 50 tahun (Early-Onset Colorectal Cancer).

Sebelum wafat, James menekankan bahwa dirinya dalam kondisi fisik terbaik (atletis) saat didiagnosis. Ia mengingatkan publik untuk tidak menunggu gejala parah muncul sebelum melakukan cek kesehatan. "Jangan berasumsi Anda terlalu muda atau terlalu sehat," pesan terakhirnya di media sosial.

Cara Menangani dan Mencegah Kanker Usus Besar

Langkah Pencegahan

Pencegahan utama adalah dengan melakukan skrining rutin. Di Indonesia, skrining dapat dilakukan melalui tes darah samar (FIT) atau Kolonoskopi. Para ahli menyarankan skrining dimulai sejak usia 45 tahun, atau lebih awal jika memiliki faktor risiko genetik.

Selain itu, menjaga berat badan ideal, rutin berolahraga, berhenti merokok, dan membatasi konsumsi alkohol sangat disarankan untuk menjaga kesehatan usus.

Metode Pengobatan

Jika terdeteksi, penanganan akan bergantung pada stadium kanker:

  • Pembedahan: Mengangkat bagian usus yang terkena tumor.
  • Kemoterapi & Radioterapi: Membunuh sel kanker yang tersisa atau mengecilkan tumor sebelum operasi.
  • Imunoterapi: Pengobatan terbaru yang membantu sistem kekebalan tubuh menyerang sel kanker secara spesifik.

Estimasi Biaya Skrining di Indonesia (2026)

Jenis Pemeriksaan Estimasi Biaya (Mata Uang Rupiah)
Tes Darah Samar (Fecal DNA) Rp700.000 - Rp1.500.000
Kolonoskopi (Tanpa Biopsi) Rp4.500.000 - Rp7.000.000
Paket Skrining Kanker Komprehensif Rp6.500.000 - Rp12.000.000



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya