Headline

Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.

Fenomena Kanker Usus Besar pada Usia Muda di Indonesia: Tren Mengkhawatirkan Akibat Gaya Hidup

Basuki Eka Purnama
11/2/2026 11:12
Fenomena Kanker Usus Besar pada Usia Muda di Indonesia: Tren Mengkhawatirkan Akibat Gaya Hidup
Ilustrasi(Freepik)

KETUA Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengungkapkan fakta mengkhawatirkan mengenai tren kanker usus besar (kolorektal) di Indonesia. 

Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.

Dalam pembukaan pameran lukisan penyintas kanker di Jakarta, Rabu (11/2), Prof. Aru menyoroti perbedaan kontras tersebut. 

"Di negara-negara maju yang di bawah umur 40 tahun itu sekitar 10%, di Indonesia 30%. Jangan hanya kita kelihatan sederhana kankernya sedikit, jadi fenomena yang kita lihat sekarang ini semakin muda dan semakin banyak," ujarnya.

Pergeseran Gaya Hidup dan Ancaman Makanan Olahan

Tingginya angka penderita di usia muda ini sangat dipengaruhi oleh pola makan dan faktor lingkungan. 

Prof. Aru menjelaskan bahwa 90% faktor risiko kanker dipicu oleh lingkungan dan kebiasaan yang dimulai sejak dini. Dampak dari kebiasaan buruk ini biasanya baru akan dirasakan secara nyata dalam jangka panjang.

Namun, yang terjadi saat ini adalah pergeseran pola hidup. Sel kanker kini cenderung bangkit lebih cepat akibat konsumsi makanan olahan ultra (ultra-processed foods) yang masif. 

Mudahnya akses terhadap produk industri yang mengandung banyak bahan tambahan pangan, seperti preservatif (pengawet), mempercepat paparan karsinogen pada tubuh.

Secara medis, pembentukan sel kanker dari sebuah benjolan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 20 tahun. Jika seseorang terpapar bahan kimia industri secara terus-menerus sejak kecil, maka pajanan karsinogen pembentuk kanker akan terjadi jauh lebih dini.

Investasi Kesehatan Sejak Dini

Setiap harinya, tubuh manusia melakukan pembelahan sel. Prof. Aru mengingatkan bahwa dalam proses alami tersebut, selalu ada risiko pembelahan yang abnormal. 

"Sebetulnya yang muda-muda sudah harus mau menginvestasi kesehatannya dari sekarang, apa yang dimakan agar mencegah kanker yang tumbuhnya di usia tua," pesan Prof. Aru.

Risiko munculnya kanker bisa mencapai 1 juta kemungkinan dalam sehari jika sel membelah secara abnormal. 

Oleh karena itu, keseimbangan pola hidup menjadi benteng pertahanan utama. Masyarakat, terutama generasi muda, diimbau untuk menjaga asupan makanan, rutin berolahraga, serta mempertahankan berat badan ideal guna membantu tubuh mempersiapkan sel-sel yang sehat. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya