Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Prof. Dr. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD-KHOM, FINASIM, FACP, mengungkapkan fakta mengkhawatirkan mengenai tren kanker usus besar (kolorektal) di Indonesia.
Saat ini, sekitar 30% kasus kanker usus besar di tanah air diderita oleh pasien di bawah usia 40 tahun, sebuah angka yang jauh melampaui statistik di negara-negara maju.
Dalam pembukaan pameran lukisan penyintas kanker di Jakarta, Rabu (11/2), Prof. Aru menyoroti perbedaan kontras tersebut.
"Di negara-negara maju yang di bawah umur 40 tahun itu sekitar 10%, di Indonesia 30%. Jangan hanya kita kelihatan sederhana kankernya sedikit, jadi fenomena yang kita lihat sekarang ini semakin muda dan semakin banyak," ujarnya.
Tingginya angka penderita di usia muda ini sangat dipengaruhi oleh pola makan dan faktor lingkungan.
Prof. Aru menjelaskan bahwa 90% faktor risiko kanker dipicu oleh lingkungan dan kebiasaan yang dimulai sejak dini. Dampak dari kebiasaan buruk ini biasanya baru akan dirasakan secara nyata dalam jangka panjang.
Namun, yang terjadi saat ini adalah pergeseran pola hidup. Sel kanker kini cenderung bangkit lebih cepat akibat konsumsi makanan olahan ultra (ultra-processed foods) yang masif.
Mudahnya akses terhadap produk industri yang mengandung banyak bahan tambahan pangan, seperti preservatif (pengawet), mempercepat paparan karsinogen pada tubuh.
Secara medis, pembentukan sel kanker dari sebuah benjolan membutuhkan waktu sekitar 5 hingga 20 tahun. Jika seseorang terpapar bahan kimia industri secara terus-menerus sejak kecil, maka pajanan karsinogen pembentuk kanker akan terjadi jauh lebih dini.
Setiap harinya, tubuh manusia melakukan pembelahan sel. Prof. Aru mengingatkan bahwa dalam proses alami tersebut, selalu ada risiko pembelahan yang abnormal.
"Sebetulnya yang muda-muda sudah harus mau menginvestasi kesehatannya dari sekarang, apa yang dimakan agar mencegah kanker yang tumbuhnya di usia tua," pesan Prof. Aru.
Risiko munculnya kanker bisa mencapai 1 juta kemungkinan dalam sehari jika sel membelah secara abnormal.
Oleh karena itu, keseimbangan pola hidup menjadi benteng pertahanan utama. Masyarakat, terutama generasi muda, diimbau untuk menjaga asupan makanan, rutin berolahraga, serta mempertahankan berat badan ideal guna membantu tubuh mempersiapkan sel-sel yang sehat. (Ant/Z-1)
Kabar wafatnya legenda golf Jepang Masashi Jumbo Ozaki pada 23 Desember 2025 mengejutkan dunia olahraga.
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Dia berharap, dirinya bisa mendorong anak muda lain untuk memeriksakan diri, meski mereka mungkin berpikir tidak ada masalah.
Para ilmuwan mendesak pemerintah Inggris memberi label peringatan pada bacon dan ham yang mengandung nitrit, bahan kimia penyebab kanker usus besar menurut WHO.
Meskipun umumnya menyerang orang dewasa berusia lanjut, kanker kolorektal kini semakin sering ditemukan pada usia muda.
Berbeda dengan sekadar tren kesehatan umum, lifestyle medicine merupakan pendekatan medis formal yang menggunakan intervensi gaya hidup berbasis bukti.
Sinar Mas Land membidik perputaran ekonomi dari belanja, okupansi hotel, dan agenda MICE lewat pembukaan ARTOTEL Living World Grand Wisata Bekasi pada Jumat (6/2).
Berbeda dengan ritel elektronik massal, perusahaan menggarap ceruk pasar konsumen yang menjadikan audio sebagai bagian dari gaya hidup, bukan sekadar kebutuhan fungsional.
Aktivitas travelling kini telah menjadi bagian tak terpisahkan dari gaya hidup masyarakat urban.
BTN mulai menggeser wajah bisnisnya dari bank pembiayaan perumahan konvensional menuju ekosistem yang menyatukan hunian, gaya hidup, dan peluang usaha
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved