Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak: Gejala Sering Tersamar Infeksi Lain

Basuki Eka Purnama
13/2/2026 22:35
Waspada Penyakit Kawasaki pada Anak: Gejala Sering Tersamar Infeksi Lain
Ilustrasi(Freepik)

PENYAKIT Kawasaki pada anak masih menjadi tantangan besar bagi dunia medis karena gejalanya yang sering kali menyerupai infeksi umum lainnya. 

Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A, Subsp.Kardio(K), M.Med(Paed), memperingatkan bahwa keterlambatan diagnosis dapat berisiko fatal pada kesehatan jantung anak.

Menurut Prof. Najib, penyakit ini umumnya ditandai dengan demam tinggi yang berlangsung sedikitnya lima hari. 

Berbeda dengan demam biasa, kondisi ini tidak kunjung membaik meski pasien sudah mengonsumsi antibiotik. Selain demam, terdapat tanda klinis khas yang menyerang mata, mulut, kulit, hingga kelenjar getah bening.

"Gejala utamanya demam menetap. Lalu mata merah tanpa kotoran (belek), bibir merah dan pecah, lidah tampak seperti stroberi, ruam di kulit, serta telapak tangan dan kaki tampak merah dan bengkak," ujar Najib, dikutip Jumat (13/2).

Diagnosis yang Terlewat

Salah satu kendala utama dalam mendeteksi Kawasaki adalah kemunculan gejalanya yang tidak selalu bersamaan. 

Hal ini sering membuat diagnosis awal terlewat atau salah teridentifikasi sebagai penyakit lain seperti campak, infeksi virus, hingga radang usus buntu akibat adanya keluhan nyeri perut dan diare.

"Gejalanya bisa muncul bertahap, tidak selalu sekaligus. Hari ini demam, besok muncul ruam, lalu mata merah. Karena itu perlu pemantauan," jelas Najib yang juga aktif dalam Unit Kerja Koordinasi Kardiologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI).

Petunjuk Penting pada Bekas Vaksin BCG

Prof. Najib juga menyoroti satu tanda spesifik yang sering kali luput dari perhatian orangtua maupun tenaga medis, yaitu kondisi bekas suntikan vaksin BCG (Bacillus Calmette Guérin) di lengan anak. 

Pada fase akut Kawasaki, bekas luka tersebut sering kali tampak memerah dan meradang kembali.

"Bekas BCG bisa menjadi merah dan aktif lagi. Itu petunjuk penting yang bisa dilihat langsung tanpa pemeriksaan rumit," tegasnya.

Fase Pemulihan dan Risiko Jantung

Seiring berjalannya penyakit, pada fase berikutnya kulit di ujung jari tangan dan kaki pasien akan mulai mengelupas. Setelah fase akut dan subakut terlewati, akan muncul garis melintang pada kuku sebagai tanda bahwa anak memasuki masa pemulihan.

Prof. Najib mengimbau kepada tenaga kesehatan dan orangtua untuk selalu mempertimbangkan kemungkinan diagnosis Kawasaki jika menemukan anak dengan gejala demam tinggi disertai ruam dan mata merah tanpa kotoran. 

Deteksi dini sangat krusial agar pasien segera mendapatkan pemeriksaan jantung lanjutan guna meminimalisir risiko komplikasi permanen. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya