Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA yang merawat anak-anak di bawah usia lima tahun perlu berhati-hati dengan penyakit kawasaki yang berpotensi menyerang anak. Penyakit Kawasaki adalah kondisi penyakit langka yang menyebabkan peradangan pada pembuluh darah, dan jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk serangan jantung.
Dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga, penyakit kawasaki pertama kali ditemukan Dr. Tomisaku Kawasaki di Jepang pada tahun 1967. Penyakit ini terutama menyerang anak-anak di bawah usia lima tahun. Gejalanya meliputi demam yang berlangsung lebih dari lima hari, ruam pada kulit, pembengkakan tangan dan kaki, bibir kering dan pecah-pecah, mata merah tanpa adanya keluarnya cairan, serta pembengkakan kelenjar getah bening di leher.
“Penyakit Kawasaki seringkali dapat menimbulkan komplikasi berupa aneurisma arteri koroner, yang merupakan pembesaran abnormal pembuluh darah yang memasok darah ke jantung. Ini menyebabkan risiko serangan jantung pada anak-anak yang masih sangat muda,” demikian dikutip dari laman resmi Universitas Airlangga, Jumat (28/3).
Terkait dengan hal itu, salah satu yang memiliki peran kunci dalam mengatasi penyakit kawasaki pada anak ialah vitamin D. Dalam penelitian terbaru yang diterbitkan di Turkish Archives of Pediatrics, tim peneliti dari Universitas Airlangga, Surabaya, meneliti hubungan antara kadar vitamin D dan penyakit Kawasaki pada anak-anak yang terinfeksi covid-19.
“Penelitian ini mengungkapkan bahwa vitamin D tidak hanya berperan penting dalam menjaga kesehatan tulang, tetapi juga memiliki peran kunci dalam modulasi sistem kekebalan tubuh untuk melawan peradangan berlebih,” jelasnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan tinjauan sistematis untuk mengevaluasi data dari berbagai studi mengenai kadar vitamin D pada pasien anak dengan penyakit Kawasaki, terutama selama pandemi covid-19.
Hasilnya menunjukkan bahwa sebagian besar anak-anak dengan penyakit Kawasaki memiliki kadar vitamin D yang rendah. Vitamin D diketahui memiliki sifat anti-inflamasi, dan kekurangannya dapat memicu respons inflamasi yang berlebihan, yang sering kali terjadi pada kasus Kawasaki yang parah.
Selain itu, penelitian ini juga menemukan bahwa anak-anak dengan penyakit Kawasaki yang memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah lebih rentan mengalami komplikasi, seperti lesi arteri koroner. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa vitamin D dapat membantu mengatur sistem imun dan meredam peradangan dengan menekan aktivitas sel T dan mengurangi produksi sitokin pro-inflamasi, seperti TNF-α. Dengan demikian, vitamin D dapat berperan penting dalam menurunkan risiko komplikasi penyakit Kawasaki pada anak.
Pemberian suplemen vitamin D secara teratur dapat membantu meningkatkan hasil klinis dan mencegah komplikasi yang lebih serius. Meskipun demikian, masih diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami secara lebih rinci bagaimana vitamin D dapat berperan sebagai terapi tambahan pada pasien Kawasaki dan covid-19.
Bagi para orang tua, menjaga asupan vitamin D anak melalui makanan bergizi seperti ikan berlemak, telur, atau suplemen yang disarankan dokter, sangat dianjurkan. Selain itu, paparan sinar matahari yang cukup juga dapat membantu produksi vitamin D alami di dalam tubuh.
Dengan meningkatnya pemahaman tentang manfaat vitamin D dalam modulasi sistem kekebalan tubuh, harapannya adalah bahwa terapi dengan vitamin D dapat menjadi bagian penting dari pengobatan penyakit Kawasaki dan covid-19 pada masa depan. (H-3)
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Penyakit Kawasaki sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua karena gejalanya yang menyerupai infeksi biasa namun memiliki dampak fatal
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Kunci utama menekan kematian dan kecacatan akibat penyakit ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan agar diagnosis dapat ditegakkan sedini mungkin.
Penyakit Kawasaki adalah peradangan pembuluh darah yang umumnya menyerang anak di bawah usia 5 tahun dan dapat berkembang menjadi penyakit jantung jika tidak ditangani.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Studi terbaru mengungkap bayi lahir tahun 2003-2006 terpapar lebih banyak zat kimia PFAS daripada dugaan semula.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) bersama organisasi profesi dan akademisi menyoroti mutasi dan pemberhentian empat dokter spesialis anak yang dinilai tidak berdasar.
MULAI 2027 atau tahun depan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan memberikan vaksin human papillomavirus atau vaksin HPV untuk anak laki-laki usia 11 tahun.
Peneliti ungkap tanaman pangan seperti pisang dan kakao di wilayah bekas bencana tambang Brasil serap logam berat beracun. Anak-anak di bawah enam tahun paling berisiko.
Studi JAMA Pediatrics mengungkap 1 dari 20 anak berisiko alergi makanan pada usia 6 tahun. Faktor genetik, lingkungan, hingga pola makan awal jadi pemicu utama.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved