Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MASIH banyak anak penderita penyakit kawasaki yang terlambat berobat. Padahal, keterlambatan penanganan penyakit itu bisa menyebabkan kerusakan jantung permanen. Untuk menghindari keterlambatan, orangtua diimbau untuk mengenali dan mewaspadai gejalanya.
"Banyak pasien yang datang setelah mengalami fase subakut, yaitu pada hari ke-11 hingga 25, dengan gejala yang lebih berat, seperti kulit jari tangan mengelupas dan kelainan pada jantung yang mulai nyata terlihat," terang dokter spesialis anak Omni Hospitals Alam Sutera, dr Najib Advani SpA(K), beberapa waktu lalu.
Najib menjelaskan, waktu ideal untuk menangani penyakit kawasaki ialah tidak melewati hari keempat serangan. Jika penanganan cepat dilakukan, lanjutnya, 99% pasien akan sembuh tanpa ada sisa penyakit. Sayangnya, gejala penyakit kawasaki yang mirip dengan penyakit lain kerap membuat orangtua lengah.
Baca juga : Waspada Anak Mudah Lelah, Bisa Jadi Penyakit Jantung Bawaan
"Gejalanya mirip dengan penyakit lain, seperti campak, alergi obat, dan gondongan. Penegakkan diagnosis yang cepat dan tepat sangat diperlukan," kata Najib.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, penyakit kawasaki merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah pada tubuh, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung. Penyakit itu umumnya terjadi pada anak usia balita. Di Indonesia, angka kejadian penyakit ini di perkirakan mencapai 6.000 kasus per tahun. Namun, yang terdiagnosis barulah 150-200 kasus pertahun.
Hingga saat ini, kata Najib, penyebab pasti penyakit kawasaki belum diketahui meski sudah banyak riset yang dilakukan di seluruh dunia. Diduga, kawasaki disebabkan infeksi virus saluran napas yang memicu respons imun. "Namun, virus apa itu belum diketahui," imbuh dokter ahli penanganan penyakit kawasaki itu.
Mengingat banyaknya kasus penyakit kawasaki yang tidak terdiagnosis atau terlambat ditangani, penting bagi orangtua dan orang-orang sekitar anak untuk mengenali gejala penyakit itu.
"Waspadai jika anak demam lebih dari lima hari diiringi dengan mata merah tanpa kotoran mata, bibir kering, lidah keluar bintik-bintik seperti buah stroberi, dan muncul ruam merah pada area kulit. Hal tersebut merupakan gejala dari kawasaki. Gejala tersebut muncul bergantian, tidak sekaligus keluar bersamaan," kata Najib. (H-2)
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Stimulasi 40Hz setiap hari mampu menjaga fungsi kognitif pasien, bahkan menurunkan biomarker utama penyakit Alzheimer.
Memasuki tahun 2026, data menunjukkan pergeseran tren medis yang mengkhawatirkan: lonjakan signifikan kasus diabetes tipe 2 pada kelompok usia 20 hingga 30 tahun (Gen Z).
Perkembangan janin yang tidak sempurna hingga memicu PJB dipengaruhi oleh berbagai faktor risiko dari sisi kesehatan orang tua maupun lingkungan.
Stroke yang dipicu oleh fibrilasi atrium cenderung lebih berat dibandingkan stroke pada umumnya.
Keempat penyakit tersebut adalah Avian Influenza (flu burung), Middle East Respiratory Syndrome Corona Virus (MERS-CoV), Super Flu, dan infeksi virus Nipah.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved