Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Penyakit Kawasaki sering kali menjadi momok yang menakutkan bagi orang tua karena gejalanya yang menyerupai infeksi biasa namun memiliki dampak fatal pada jantung anak. Di Indonesia, data tahun 2026 dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan tantangan besar: diperkirakan ada 3.000 hingga 4.000 kasus baru setiap tahun, namun hanya sekitar 5-10% yang berhasil terdiagnosis tepat waktu.
Keterlambatan diagnosis bukan sekadar masalah medis, melainkan taruhan nyawa. Tanpa penanganan dalam 10 hari pertama, satu dari empat anak berisiko mengalami kerusakan pembuluh darah jantung permanen. Artikel ini akan mengupas tuntas apa itu penyakit Kawasaki, bagaimana mengenali gejalanya sejak dini, hingga protokol pengobatan terbaru di tahun 2026.
Penyakit Kawasaki adalah kondisi peradangan pada dinding pembuluh darah di seluruh tubuh, yang dalam istilah medis disebut sebagai vaskulitis sistemik. Penyakit ini pertama kali ditemukan oleh dr. Tomisaku Kawasaki di Jepang pada tahun 1967. Meski dapat menyerang pembuluh darah apa pun, target utamanya yang paling berbahaya adalah arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang menyuplai oksigen ke otot jantung.
Penyakit ini umumnya menyerang anak-anak di bawah usia 5 tahun (balita), dengan prevalensi lebih tinggi pada anak laki-laki dan keturunan Asia. Meskipun tidak menular, penyakit ini merupakan penyebab utama penyakit jantung didapat (acquired heart disease) pada anak-anak di seluruh dunia.
Keberhasilan pengobatan penyakit Kawasaki sangat bergantung pada kecepatan pemberian terapi. Jika anak mendapatkan pengobatan sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul, risiko kerusakan permanen pada jantung dapat diminimalisir secara signifikan.
Mengenali gejala Kawasaki memerlukan ketelitian karena tanda-tandanya tidak muncul sekaligus, melainkan bertahap. Para ahli kardiologi anak menekankan kriteria diagnosis klinis berikut:
Gejala utama dan wajib adalah demam tinggi (biasanya di atas 38,5 hingga 39 derajat Celsius) yang berlangsung selama 5 hari atau lebih. Demam ini biasanya tidak merespons obat penurun panas biasa.
Anak akan mengalami mata merah (konjungtivitis) pada kedua mata tanpa disertai keluarnya kotoran atau belek. Selain itu, bibir tampak merah pecah-pecah, serta lidah berwarna merah terang dengan bintil-bintil yang menonjol, yang dikenal dengan istilah strawberry tongue.
Muncul ruam kemerahan di area batang tubuh atau area popok. Telapak tangan dan kaki sering kali membengkak dan berwarna kemerahan. Pada fase penyembuhan (biasanya minggu kedua atau ketiga), kulit di ujung jari tangan dan kaki akan mengelupas secara khas.
Biasanya muncul benjolan atau pembengkakan kelenjar getah bening di salah satu sisi leher dengan ukuran diameter lebih dari 1,5 cm.
Hingga tahun 2026, penyebab pasti penyakit Kawasaki masih menjadi misteri medis. Namun, konsensus ilmiah terbaru mengarah pada kombinasi dua faktor utama:
Tujuan utama pengobatan adalah menekan peradangan secepat mungkin untuk mencegah terjadinya aneurisma (pelebaran) arteri koroner. Penanganan harus dilakukan di rumah sakit di bawah pengawasan dokter spesialis anak konsultan kardiologi.
| Jenis Terapi | Fungsi & Manfaat |
|---|---|
| IVIG (Imunoglobulin) | Menekan peradangan pembuluh darah secara sistemik dan mencegah aneurisma. |
| Aspirin Dosis Tinggi | Mengurangi nyeri, demam, dan mencegah pembekuan darah di arteri. |
| Kortikosteroid | Diberikan pada kasus yang tidak merespons IVIG (resisten). |
Sejak pandemi global beberapa tahun lalu, muncul kondisi yang disebut Multisystem Inflammatory Syndrome in Children (MIS-C). Kondisi ini sangat mirip dengan Kawasaki, namun memiliki perbedaan kunci:
Penyakit Kawasaki adalah kondisi serius yang membutuhkan kewaspadaan tinggi. Kunci keselamatan anak terletak pada kecepatan diagnosis dan ketepatan terapi IVIG sebelum hari kesepuluh. Dengan penanganan yang benar, mayoritas anak dapat sembuh total dan menjalani hidup normal tanpa gangguan jantung di masa depan.
1. Apakah penyakit Kawasaki bisa berulang?
Ya, namun sangat jarang. Angka kekambuhan diperkirakan hanya sekitar 1-2%.
2. Apakah penyakit ini menular?
Tidak. Meskipun diduga dipicu oleh infeksi, penyakitnya sendiri tidak menular dari satu anak ke anak lain.
3. Berapa lama proses penyembuhannya?
Fase akut biasanya berlangsung 1-2 minggu, namun pemulihan total dan pemantauan jantung bisa memakan waktu 6 hingga 8 minggu. (Z-10)
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Kunci utama menekan kematian dan kecacatan akibat penyakit ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan agar diagnosis dapat ditegakkan sedini mungkin.
Penyakit Kawasaki adalah kondisi penyakit langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah, dan jika tidak segera diobati, dapat menyebabkan komplikasi serius, termasuk serangan jantung.
Penyakit Kawasaki adalah peradangan pembuluh darah yang umumnya menyerang anak di bawah usia 5 tahun dan dapat berkembang menjadi penyakit jantung jika tidak ditangani.
Penyakit kawasaki merupakan penyakit yang ditandai dengan peradangan pada pembuluh darah pada tubuh, termasuk pembuluh darah koroner pada jantung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved