Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
INDONESIA menghadapi ancaman serius kesehatan jantung pada anak akibat rendahnya deteksi Penyakit Kawasaki. Meski secara epidemiologi diperkirakan terdapat 3.000 hingga 4.000 kasus baru setiap tahunnya, kenyataannya hanya sekitar 200 kasus yang berhasil terdiagnosa dan mendapatkan perawatan medis.
Kesenjangan statistik yang mencapai lebih dari 90 persen ini menandakan ribuan anak Indonesia setiap tahunnya mengalami peradangan pembuluh darah tanpa tertangani, yang berisiko fatal di masa depan.
Jendela waktu emas untuk pengobatan Penyakit Kawasaki adalah sebelum hari ke-10 sejak demam pertama muncul guna mencegah kerusakan jantung permanen.
Kesenjangan data yang lebar ini menjadi poin krusial dalam seminar media yang digelar pada 10 Februari 2026. Penyakit Kawasaki merupakan vaskulitis atau peradangan pembuluh darah sistemik yang menyerang anak-anak. Jika tidak segera dideteksi, penyakit ini akan menyerang arteri koroner dan memicu komplikasi jantung jangka panjang.
Pakar Jantung Anak, Prof. Dr. dr. Najib Advani, SpA (K), menegaskan bahwa ribuan kasus yang hilang dari pantauan medis tersebut sangat berbahaya. "Penyakit ini adalah penyebab utama penyakit jantung didapat pada anak-anak. Tanpa pengobatan yang tepat, sekitar 15 – 25% pasien akan mengalami aneurisma arteri koroner atau pelebaran pembuluh darah jantung yang berbahaya," ujar Prof. Najib Advani.
Rendahnya angka deteksi di Indonesia umumnya disebabkan oleh gejala awal Kawasaki yang sering kali menyerupai infeksi biasa seperti demam berdarah atau campak. Padahal, jendela waktu untuk pengobatan sangatlah sempit. Untuk mencegah kerusakan jantung, pasien harus mendapatkan penanganan medis sebelum hari kesepuluh sejak demam pertama kali muncul.
"Kita berkejaran dengan waktu. Pengobatan dengan Intravenous Immunoglobulin (IVIG) dosis tinggi harus diberikan segera untuk menekan peradangan dan mencegah kerusakan jantung permanen," tambah Prof. Najib.
Dampak dari tidak terdeteksinya ribuan kasus ini merupakan ancaman jangka panjang bagi kesehatan nasional. Secara medis, anak-anak yang mengalami kerusakan koroner akibat Kawasaki yang terabaikan memiliki risiko tinggi mengalami serangan jantung mendadak saat mereka dewasa.
Data menunjukkan bahwa sekitar 5% kasus sindrom koroner akut pada orang dewasa di atas usia 40 tahun merupakan kelanjutan dari komplikasi Kawasaki masa kecil yang tidak pernah terdeteksi. Kondisi ini menuntut kewaspadaan ekstra dari orang tua dan tenaga medis agar tidak meremehkan gejala demam berkepanjangan pada anak, guna mencegah cacat jantung permanen yang seharusnya bisa dihindari.
(H-3)
Kunci utama menekan kematian dan kecacatan akibat penyakit ini adalah peningkatan kesadaran masyarakat serta tenaga kesehatan agar diagnosis dapat ditegakkan sedini mungkin.
Riset terbaru mengungkap 16% balita masih mengalami gejala gegar otak setahun setelah cedera.
Secara medis, puasa yang dilakukan dengan pengawasan orang tua dapat membantu anak belajar pola makan teratur dan mengurangi kebiasaan jajan berlebihan.
IKATAN Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap remeh penyakit campak dan cacar air pada anak, terutama saat musim hujan.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Peneliti UCSF mengungkap stres pada anak akibat bullying hingga kemiskinan berdampak permanen pada otak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved