Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
ORANGTUA sering kali merasa khawatir saat suhu tubuh anak meningkat dan langsung memberikan obat penurun panas seperti paracetamol. Padahal, demam tidak selalu menjadi sinyal bahaya yang harus segera diredam dengan obat-obatan.
Dokter Spesialis Anak RSUD Pasar Rebo, dr. Arifianto, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami fungsi alami demam.
Menurutnya, obat pereda demam hanya diperlukan pada kondisi tertentu, terutama jika kondisi fisik anak mulai terganggu secara kenyamanan.
"Diberikan paracetamol atau ibuprofen, hanya bila demam dan anak (dalam kondisi batuk dan pilek) tidak nyaman atau rewel terus," ujar Arifianto dalam sebuah siniar bertema kesehatan yang diadakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Menariknya, Arifianto menekankan bahwa angka pada termometer bukan satu-satunya tolok ukur. Bahkan jika suhu tubuh anak menyentuh 40 derajat Celcius, pemberian obat tidak bersifat darurat selama anak masih menunjukkan aktivitas normal.
"Jika anak demam sampai 40 derajat tapi dia masih jalan-jalan, sebenarnya tidak perlu buru-buru diberikan paracetamol," jelasnya.
Hal ini karena demam merupakan respons alami tubuh saat virus masuk. Saat suhu tubuh naik, virus-virus penyebab selesma (common cold) maupun influenza justru menjadi tidak berdaya.
"Jadi demam itu tujuannya satu, yakni ingin agar sistem imun bekerja optimal dan mencegah virus untuk berkembangbiak," tambah dr. Arifianto.
Dalam kasus influenza yang disertai batuk dan pilek, demam masih dapat ditoleransi hingga sekitar tujuh hari. Selama anak tetap aktif, tidak mengalami sesak napas, tidak dehidrasi, dan tidak kejang, orangtua diimbau untuk tetap tenang sambil terus melakukan pengawasan.
Namun, orangtua harus waspada jika demam berlanjut lebih dari satu minggu.
"Tapi kalau 7 hari lebih masih demam maka hal itu tidak wajar. Harus dicari tahu ada-tidak kemungkinan infeksi lain yang membuat demamnya bertahan," tegasnya.
Selama masa perawatan di rumah, fokus utama orangtua adalah memastikan kebutuhan cairan anak terpenuhi untuk mencegah dehidrasi. Namun, Arifianto mengingatkan agar segera membawa anak ke rumah sakit jika muncul tanda-tanda kegawatdaruratan seperti sesak napas atau kejang.
"Karena kalau, misalnya, sesak napas, tidak ada cara lain, harus diberikan oksigen. Harus dipasang infus, karena sudah tidak bisa lagi untuk minum dengan jumlah yang cukup," pungkasnya. (Z-1)
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Berbeda dengan demam biasa, kondisi pasien Kawasaki tidak kunjung membaik meski sudah mengonsumsi antibiotik.
Kondisi ini sebenarnya bukan tanda bahwa penyakitnya menyerang otot, melainkan respons alami sistem imun Anda.
SUMATRA Barat (Sumbar) mencatat kasus demam tertinggi di antara tiga provinsi terdampak tanah longsor dan banjir Sumatra dan Aceh. Pada periode 25–29 November 2025, tercatat 376 kasus demam.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved