Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
PERNAHKAH Anda merasa seluruh persendian terasa kaku dan otot terasa nyeri saat suhu tubuh meningkat? Kondisi ini sebenarnya bukan tanda bahwa penyakitnya menyerang otot, melainkan respons alami sistem imun Anda.
Berdasarkan penjelasan dari UCLA Health, Harvard Health, dan Mayo Clinic, berikut adalah alasan medis mengapa tubuh terasa pegal saat demam:
1. Perlawanan Prostaglandin
Saat virus atau bakteri masuk, sistem kekebalan tubuh melepaskan molekul sinyal yang disebut sitokin.
Sitokin memicu produksi prostaglandin (E2), yaitu senyawa kimia yang membantu tubuh melawan infeksi. Prostaglandin inilah yang memicu rasa nyeri pada otot dan sendi sebagai efek samping dari upaya tubuh menghancurkan kuman.
2. Efek Peradangan (Inflamasi)
Mengutip Harvard Health, rasa pegal adalah tanda bahwa peradangan sedang terjadi di seluruh tubuh. Antibodi dikirim ke aliran darah untuk mencari dan membasmi sumber infeksi.
Proses "pertempuran" ini menyebabkan jaringan otot menjadi lebih sensitif, sehingga gerakan kecil sekalipun akan terasa menyakitkan atau ngilu.
3. Dehidrasi dan Gangguan Elektrolit
Mayo Clinic menyebutkan bahwa demam sering kali menyebabkan tubuh kehilangan cairan lebih cepat melalui keringat atau napas yang memburu.
Kekurangan cairan (dehidrasi) mengganggu keseimbangan elektrolit di otot. Hal ini membuat otot tidak dapat berfungsi normal dan menimbulkan sensasi kaku atau kram.
4. Produksi Energi yang Terpusat
Saat sakit, tubuh mengalihkan sebagian besar energinya untuk mendukung sistem imun dan meningkatkan suhu tubuh (demam).
Akibatnya, otot tidak mendapatkan pasokan energi dan nutrisi yang optimal seperti biasanya. Kekurangan "bahan bakar" ini membuat otot terasa lemah dan cepat lelah.
Badan pegal saat demam memang tidak nyaman, namun itu adalah sinyal bahwa pertahanan tubuh Anda sedang bekerja keras untuk memulihkan kesehatan. (Z-1)
Jika pegal tidak hilang setelah 3 sampai 5 hari atau terasa sangat menyakitkan, bisa jadi itu cedera. Segera periksakan ke fisioterapis atau dokter olahraga.
Pastikan tubuh terhidrasi dengan baik, karena air membantu mengeluarkan racun dan asam laktat yang menumpuk di otot. Dehidrasi dapat memperparah rasa pegal
Jika pegal pada leher sudah dirasakan bertahun-tahun dan tidak memberikan perbaikan meskipun sudah diobati, langkah selanjutnya adalah mencari bantuan dari dokter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved