Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir Luapan Sungai di Situbondo

Basuki Eka Purnama
22/1/2026 09:42
Ayah dan Anak Tewas Tersengat Listrik Saat Banjir Luapan Sungai di Situbondo
Salah satu korban banjir meninggal dunia saat di RSUD Besuki, Situbondo, Jawa Timur. Kamis (22/1/2026)(ANTARA/HO-RSUD Besuki)

BENCANA banjir luapan Sungai Lubawang menerjang wilayah Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, Rabu (21/1) malam. Selain merendam seribuan rumah warga di Kecamatan Besuki, musibah ini memakan korban jiwa. 

Dua orang warga yang merupakan bapak dan anak dilaporkan meninggal dunia akibat tersengat aliran listrik saat rumah mereka terendam air.

Dua korban teridentifikasi sebagai Abdul Wahed, 45, dan putrinya, Adinda Putri Rahayu, 17, warga Jalan Madura, Desa Besuki. 

Peristiwa tragis ini terjadi saat keduanya berada di dalam rumah ketika air sungai tiba-tiba meluap dan masuk ke pemukiman dengan cepat.

Camat Besuki, Yakup Alex Susanto, menjelaskan bahwa saat kejadian, ketinggian air di dalam rumah korban telah mencapai sekitar satu meter atau setinggi dada orang dewasa.

"Jadi, dua korban tersebut meninggal dunia tersengat aliran listrik saat ayah dan anak ini sedang di rumahnya dan ketinggian air di rumah mereka sekitar satu meter," kata Yakup.

Evakuasi baru bisa dilakukan setelah aliran listrik di wilayah tersebut dipadamkan. Warga setempat bahu-membahu membawa jenazah kedua korban ke RSUD Besuki dengan menggunakan truk, mengingat akses jalan yang sulit ditembus kendaraan kecil akibat genangan air.

Menanggapi tragedi ini, Pemerintah Kabupaten Situbondo menyatakan akan menanggung seluruh biaya penanganan korban. Wakil Bupati Situbondo, Ulfiyah, memastikan bantuan tersebut akan disalurkan melalui program daerah yang ada.

"Sesuai pesan Pak Bupati terkait dengan korban meninggal dunia, ayah dan anak, karena tersengat listrik saat banjir, seluruh biayanya ditanggung pemerintah daerah melalui Program Berantas Plus," ujar Wabup Ulfiyah saat meninjau situasi di Situbondo, Kamis (22/1).

Banjir ini sendiri dipicu oleh hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Besuki sejak pukul 15.00 WIB hingga 21.00 WIB. 

Tingginya intensitas hujan membuat Sungai Lubawang dan beberapa anak sungai tidak mampu menampung debit air hingga meluap ke pemukiman warga.

Data sementara menunjukkan seribuan rumah terdampak yang tersebar di beberapa desa, antara lain Desa Jetis, Blimbing, Langkap, Besuki, Demung, dan Pesisir. 

Selain Kecamatan Besuki, luapan air juga merendam rumah warga di Desa Kalianget, Kecamatan Banyuglugur, serta menggenangi akses utama Jalan Raya Pantura.

Hingga saat ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Situbondo masih terus melakukan asesmen dan pendataan di lapangan untuk memetakan total kerugian dan dampak kerusakan yang ditimbulkan oleh bencana tersebut. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya