Headline

Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.

Waspada Bahaya Listrik di Musim Hujan: Langkah Mitigasi dan Pentingnya Proteksi Tambahan

Basuki Eka Purnama
22/1/2026 11:11
Waspada Bahaya Listrik di Musim Hujan: Langkah Mitigasi dan Pentingnya Proteksi Tambahan
Ilustrasi(Freepik)

MEMASUKI musim hujan, masyarakat diimbau untuk tidak hanya mewaspadai genangan air dan banjir, tetapi juga potensi bahaya sengatan listrik

Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi, sehingga mengancam keselamatan penghuni rumah.

Untuk meminimalkan risiko tersebut, diperlukan langkah antisipasi yang tepat mulai dari saat banjir melanda hingga pascabanjir. Berikut adalah panduan keamanan listrik yang perlu diperhatikan:

Langkah Darurat Saat Banjir

Prioritas utama saat air mulai masuk ke dalam rumah adalah mematikan aliran listrik dari panel utama atau MCB. Langkah ini bertujuan mencegah arus listrik merambat melalui air atau benda konduktif lainnya. 

Namun, jika panel listrik sudah terlanjur tergenang atau sulit dijangkau, masyarakat sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri dan segera menghubungi petugas berwenang.

Selain itu, hindari menyentuh atau memindahkan peralatan elektronik yang terendam air. Perangkat tersebut berpotensi menyimpan arus sisa atau mengalami kerusakan isolasi kabel yang membahayakan.

Keamanan Pascabanjir

Aktivitas pembersihan rumah baru boleh dilakukan setelah aliran listrik dipastikan benar-benar padam. Selama proses tersebut, gunakan alat pelindung diri seperti alas kaki berbahan karet, pastikan tangan dalam kondisi kering, dan hindari menyentuh stop kontak yang masih basah.

Pemeriksaan instalasi secara menyeluruh oleh teknisi ahli sangat krusial sebelum menyalakan kembali listrik. Air banjir berisiko merusak komponen listrik yang tidak terlihat secara kasat mata, terutama pada titik-titik rendah di dapur dan ruang keluarga, yang dapat memicu korsleting.

Pentingnya Sistem Proteksi Arus Sisa

Sebagai perlindungan jangka panjang, rumah idealnya dilengkapi dengan sistem proteksi tambahan di luar MCB, yaitu Gawai Proteksi Arus Sisa (GPAS) seperti RCCB atau RCBO. Salah satu solusinya adalah RCCB Domae dari Schneider Electric. 

Perangkat ini mampu mendeteksi kebocoran arus sekecil apa pun dan memutus aliran listrik secara otomatis. Untuk perlindungan manusia dari sengatan listrik, digunakan sensitivitas 30 mA, sementara sensitivitas 300 mA digunakan untuk mencegah risiko kebakaran.

Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, menekankan pentingnya kesadaran masyarakat akan kualitas perangkat proteksi.

“Keselamatan listrik merupakan fondasi penting dalam menciptakan hunian yang aman, terutama di tengah tantangan musim hujan dan meningkatnya risiko banjir. Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi bahaya listrik dan memastikan instalasi serta perangkat proteksi di rumah menggunakan produk kelistrikan yang asli dan berkualitas. Schneider Electric berkomitmen untuk terus mendukung upaya tersebut melalui edukasi keselamatan listrik serta penyediaan solusi proteksi yang andal dan sesuai standar. Kami percaya bahwa peningkatan kesadaran dan penerapan sistem kelistrikan yang tepat dapat membantu melindungi lebih banyak keluarga dari risiko sengatan listrik dan bahaya lainnya,” ujar Martin.

Dengan perpaduan kewaspadaan perilaku dan penggunaan perangkat proteksi yang andal, risiko kecelakaan listrik di musim hujan dapat ditekan secara signifikan. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya