Headline

Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa. 

MKI Luncurkan Buku Putih 2026: Strategi Percepatan Transisi Energi dan Estafet Kepemimpinan Baru

Basuki Eka Purnama
15/2/2026 19:12
MKI Luncurkan Buku Putih 2026: Strategi Percepatan Transisi Energi dan Estafet Kepemimpinan Baru
Musyawarah Nasional (Munas) X MKI yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (14/2). (MI/HO)

MASYARAKAT Ketenagalistrikan Indonesia (MKI) secara resmi meluncurkan Buku Putih MKI 2026 dalam gelaran Musyawarah Nasional (Munas) X yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (14/2). 

Dokumen strategis ini disusun sebagai panduan komprehensif bagi pemerintah dalam menjawab tantangan sektor kelistrikan sekaligus mempercepat transisi menuju target Net Zero Emissions (NZE) pada 2060.

Koordinator Dewan Pakar MKI, Bambang Praptono, menjelaskan bahwa Buku Putih ini selaras dengan visi pembangunan nasional. Fokus utamanya adalah penambahan kapasitas pembangkit listrik hingga 100 gigawatt, di mana 75% di antaranya ditargetkan berasal dari Energi Baru Terbarukan (EBT).

Namun, transformasi ini bukan tanpa tantangan. Analisis MKI menyoroti potensi hambatan infrastruktur jaringan (bottleneck) serta pasokan energi primer seperti gas dan batu bara. Oleh karena itu, Bambang menekankan pentingnya eksekusi proyek yang disiplin.

“Buku Putih MKI telah menganalisis secara tajam potensi kendala pasokan listrik akibat bottleneck pada infrastruktur jaringan serta tantangan pasokan energi primer seperti gas dan batu bara. Oleh karena itu, eksekusi proyek ke depan harus dilakukan secara on schedule, on budget, on quality dengan dukungan task force yang kuat,” ujar Bambang.

Untuk mendukung stabilitas sistem, MKI merekomendasikan integrasi teknologi penyimpanan energi seperti Battery Energy Storage System (BESS), modernisasi smart grid, hingga pembangunan super grid nasional. Selain teknologi, aspek sumber daya manusia menjadi sorotan utama karena transisi ini diproyeksikan mampu menciptakan hingga 4,4 juta green jobs pada 2030.

Lima Pilar Utama dan Kebutuhan Investasi

Dalam Buku Putih tersebut, MKI merumuskan lima fokus utama untuk menjaga keseimbangan Trilema Energi (keamanan pasokan, keterjangkauan, dan keberlanjutan):

  1. Perencanaan Sistem: Memastikan integrasi teknologi tepat guna.
  2. Pembiayaan: Menghadapi kebutuhan investasi EBT sebesar US$235 miliar hingga 2040 melalui skema pendanaan inovatif.
  3. Regulasi: Mendorong harmonisasi kebijakan dan pembentukan badan pengatur independen untuk kepastian investasi.
  4. Teknologi: Memprioritaskan pemanfaatan CCUS, pengembangan nuklir, dan super grid.
  5. Pengembangan SDM: Memperkuat vokasi dan kolaborasi industri.

Nakhoda Baru MKI Periode 2026-2029

Munas X MKI juga menjadi momentum estafet kepemimpinan dengan terpilihnya Suroso Isnandar sebagai Ketua Umum MKI periode 2026-2029. 

Dalam sambutan perdananya, Suroso menegaskan komitmennya untuk memperkuat sinergi lintas pemangku kepentingan demi menghadapi kompleksitas sektor kelistrikan.

“Kami tidak akan dapat menyelesaikan tugas dengan sebaik-baiknya tanpa dukungan dan partisipasi seluruh pemangku kepentingan. MKI lahir dari semangat bahwa sektor kelistrikan sangat penting bagi pembangunan nasional,” tegas Suroso.

Di bawah kepemimpinan baru, MKI berkomitmen menjadi mitra strategis pemerintah yang inklusif, memastikan implementasi rencana penyediaan tenaga listrik berjalan optimal, serta membawa representasi dari seluruh elemen industri ketenagalistrikan nasional. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya