Headline
Ada unsur yang ingin Indonesia chaos.
MENURUT Konvensi Hak Anak PBB tahun 1989, ada 10 hak dasar anak yang perlu dijamin oleh negara dan masyarakat, salah satunya adalah hak untuk bermain dan berekreasi. Hak ini bukan sekadar hiburan, melainkan bentuk pemenuhan kebutuhan psikososial yang mendukung tumbuh kembang anak secara utuh.
23 Juli selalu diperingati sebagai Hari Anak Nasional. Sebuah momen reflektif bagi semua pihak untuk memastikan hak-hak anak di Indonesia tidak hanya diakui, tetapi juga benar-benar terpenuhi. Salah satu hak yang kerap luput dari perhatian publik adalah hak bermain. Padahal aktivitas ini memegang peran krusial dalam perkembangan fisik, emosional, sosial, hingga intelektual anak.
Menurut data UNICEF dan BPS (2023), 1 dari 4 anak Indonesia masih hidup dalam kondisi rentan terhadap eksploitasi, kurang gizi, keterbatasan akses pendidikan, serta minimnya ruang aman untuk tumbuh dan berekspresi. Di sisi lain, data Kementerian Sosial memperkirakan terdapat lebih dari 16 ribu anak jalanan di berbagai kota besar Indonesia. Mereka hidup dalam kondisi tidak menentu dan seringkali tak memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, termasuk bermain.
Salah satu upaya dalam menghadirkan ruang bermain untuk anak-anak, terutama dari kelompok marginal di antaranya dilakukan acara Karena Semua Anak Berhak Bermain dengan Bahagia di PAUD Sahabat Anak Cijantung, Jakarta Timur, dan melibatkan 20 anak berusia 5–7 tahun yang berasal dari lingkungan marginal.
Anak-anak diajak mengikuti sesi bermain bersama, dilanjutkan dengan pertunjukan puppet show yang menggunakan mainan edukatif stuffed dolls. Setiap boneka membawa karakter dan nilai positif yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri, keberanian, serta imajinasi anak.
“Di balik tawa anak-anak, ada pesan besar yang ingin kami suarakan, semua anak, tanpa terkecuali, berhak merasakan kebahagiaan dan masa kecil yang layak. Ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk berperan serta dalam mendukung hak-hak anak di Indonesia, khususnya mereka yang hidup dalam keterbatasan,” ujar Mariana Farida, HRGA Manager TNP Group, yang menginisiasi program bermain untuk anak bersama Sahabat Anak Cijantung, dalam siaran pers yang diterima Media Indonesia, Jumat, (18/7).
“Salah satu hak anak yang paling mendasar namun paling sering diabaikan adalah hak untuk bermain. Banyak dari mereka tumbuh terlalu cepat karena harus bertahan hidup di jalanan. Semoga ini bisa membuka lebih banyak mata dan hati untuk bergerak,” tambah Aris Hilmawan, relawan Sahabat Anak Cijantung. (M-3)
Ruang bermain tersebut dirancang dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk material yang ramah lingkungan dan desain yang mendukung aktivitas fisik dan kognitif.
Peran Bunda PAUD sangat strategis sebagai motor penggerak advokasi kebijakan dan peningkatan angka partisipasi PAUD di wilayah masing-masing.
KB-RA IT Impianku berdiri sejak 2008 dengan tujuan menyediakan pendidikan anak usia dini yang terjangkau.
Matematika dipelajari melalui permainan balok, sains melalui berkebun, dan bahasa Inggris melalui lagu, permainan dan cerita.
Tahap awal pembekalan akan difokuskan pada asesmen pertumbuhan anak untuk mendeteksi terjadinya gizi kurang, gizi buruk, dan obesitas yang dapat mengganggu perkembangan anak.
Pelatihan ini dirancang dengan sistem berjenjang dan terstruktur, mengacu pada kurikulum nasional, dan berfokus pada pendekatan aplikatif serta teknik pengajaran inspiratif bagi guru PAUD.
Hari Anak Nasional bukan sekadar perayaan namun merupakan momen refleksi untuk memperkuat komitmen semua pihak
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved