Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Tanoto Foundation dan Pemerintah Siapkan Program Nasional PAUD

Despian Nurhidayat
17/12/2025 20:10
Tanoto Foundation dan Pemerintah Siapkan Program Nasional PAUD
Mendikdasmen Abdul Mu'ti (kiri).(Antara)

SAAT ini Indonesia memiliki tantangan nyata dengan 65% anak di Indonesia tidak memiliki akses mengenyam pendidikan anak usia dini (PAUD). Hal itu disampaikan Country Head Tanoto Foundation, Inge Kusuma dalam acara International Symposium of Early Childhood Development (ECED) di Jakarta, kemarin.

“Maka dari itu, kami bermitra dengan Kementerian Kesehatan sedang diujicobakan, bahwa layanan usia dini dan juga pola pengasuhan untuk anak 0-3 tahun sedang diujicobakan di beberapa Posyandu,” ungkapnya di Jakarta.

Lebih lanjut, menurutnya program tersebut nantinya jika memang memberikan dampak yang nyata akan dibuatkan sebagai program nasional oleh pemerintah.  “Bila hasilnya baik, mudah-mudahan ini jadi program nasional memberdayakan ibu dan tentu saja memberikan akses PAUD kepada anak-anak. Jadi yang punya bayi-bayi, jangan lupa, cara ngasuhnya 0-3 tahun sangat menentukan apakah jadi pintar atau enggak,” tegas Inge. 

Di tempat yang sama, Menkes Budi Gunadi Sadikin menegaskan bahwa para ibu rumah tangga diharapkan dapat menjadi dokter dalam keluarga mereka masing-masing. Seorang ibu itu memiliki <i>passion<p>, kayak panggilan untuk merawat siapapun yang sakit di rumahnya. ''Tugas kami harusnya menggerakkan, memfasilitasi agar ibu-ibu ini memiliki pengetahuan yang cukup, peralatannya yang cukup lekap, dan akses ke obat-obatannya juga mereka ada. Sehingga kalau ada yang sakit di rumah, sebelum sakitnya parah di bawa ke rumah sakit, bisa di-take care oleh ibunya,” tegas Budi. 

Wakil Menteri Pendidikan, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie menekankan, bahwa para orangtua harus percaya dan tahu bahwa anak-anak mempunyai kemampuan berpikir yang sangat bagus. 

“Selain itu, kita juga harus membuka peluang agar anak-anak kita yang memang sudah punya rasa ingin tahu, tetap ingin tahu dan ingin belajar. Belajar sepanjang hayat atau bahasa Inggrisnya, <i>learning to learn<p>. Itu yang harus kita terus bangun di sekitar kita dan itu dengan cara sederhana. Misalnya kita jalan ke sekolah. Eh tadi tidur, kalau tidurnya jam 10, bangunnya jam 7 pagi, itu berapa jam ya nak? Itu membuka pikiran,” ucap Stella. 

Stella merasa bahwa seorang anak punya kemampuan untuk belajar yang sangat hebat. “Kalau kita lihat, anak itu adalah ilmuwan kecil dan itu bukanlah sekadar slogan atau kata-kata. Tetapi itu karena kemampuan bertanya sudah ada sejak kecil. Sekarang tinggal bagaimana kita menjawabnya agar mereka bertanya lebih banyak,” pungkasnya. (H-1)

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Denny parsaulian
Berita Lainnya