Headline
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
SERANGAN brutal dan mematikan dari Israel-Amerika Serikat (AS) ke Iran pada Sabtu (28/2) lalu membuat dunia terhenyak.
Kumpulan Berita DPR RI
MASALAH gangguan pendengaran di Indonesia masih menjadi tantangan besar bagi kesehatan masyarakat sejak 2013 hingga saat ini. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan bahwa deteksi dini melalui skrining tetap menjadi kunci utama untuk mencegah dampak jangka panjang, terutama pada anak-anak.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengungkapkan bahwa tantangan terbesar saat ini adalah kesadaran masyarakat dalam mengenali permasalahan telinga, baik yang disebabkan oleh kerusakan organ maupun sekadar penumpukan kotoran telinga.
Berdasarkan hasil program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 18,6 juta orang berusia di atas 7 tahun telah menjalani skrining. Dari jumlah tersebut, 1,8 persen di antaranya terdeteksi mengalami gangguan telinga.
"Dari hasil program CKG saja pada 2025 lalu ada 18,6 juta orang yang dilakukan skrining dan 1,8 persen di antaranya ada gangguan telinga. Paling banyak adalah masalah kotoran telinga," ujar Nadia dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (2/3).
Tren ini berlanjut hingga awal tahun 2026. Hingga Maret 2026, sebanyak 4,1 juta orang telah melakukan pemeriksaan CKG, di mana 51 ribu orang atau sekitar 1,24% teridentifikasi mengalami gangguan pendengaran.
Nadia menekankan bahwa sejak tahun 2013, gangguan pendengaran konsisten menjadi kendala kesehatan yang signifikan. Hal ini menjadi perhatian serius karena permasalahan pendengaran memberikan dampak domino yang besar bagi masa depan generasi muda.
Menyambut peringatan Hari Pendengaran Sedunia yang jatuh pada 3 Maret 2026, pemerintah memfokuskan perhatian pada perlindungan pendengaran anak-anak. Tema yang diusung tahun ini adalah "From Communities to Classroom, Hearing Care for Every Child".
Pendengaran bukan sekadar fungsi indra, melainkan fondasi utama dalam tumbuh kembang seorang anak. Gangguan yang tidak tertangani dapat menghambat berbagai aspek kehidupan, antara lain:
Melalui peringatan tahun ini, Kemenkes mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan telinga sejak dini, mulai dari bayi baru lahir hingga lansia, guna menciptakan generasi yang lebih produktif dan berkualitas.
Lakukan pemeriksaan telinga secara rutin minimal 6 bulan sekali di fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah penumpukan serumen (kotoran telinga) yang dapat mengganggu pendengaran. (Z-10)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved