Headline

Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.

Unair Teliti Dampak Vaksinasi terhadap Dinamika Penularan Malaria

Despian Nurhidayat
12/2/2026 08:06
Unair Teliti Dampak Vaksinasi terhadap Dinamika Penularan Malaria
ilustrasi(Antara)

Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang kompleks akibat imunitas parsial, pembawa asimtomatik, dan resistensi insektisida. Untuk menggambarkan dinamika penularannya, Universitas Airlangga menggunakan model matematika nonlinier yang menambahkan kompartemen vaksinasi bersama intervensi lainnya. Melalui metode Next Generation Matrix diturunkan angka reproduksi efektif serta kondisi kestabilan bebas penyakit dan endemik.

Sensitivitas parameter menunjukkan bahwa tingkat vaksinasi, efikasi vaksin, hilangnya imunitas, dan kontak manusia–nyamuk menjadi faktor paling berpengaruh. 

Simulasi memperlihatkan bahwa peningkatan cakupan vaksin menurunkan prevalensi secara signifikan, sementara analisis biaya-efektivitas menunjukkan bahwa kombinasi vaksinasi dengan kelambu berinsektisida, surveilans diagnostik, dan sanitasi lingkungan merupakan strategi paling efektif dan hemat biaya.

Malaria digambarkan melalui sebuah model matematika yang memastikan semua solusi tetap positif dan berada dalam wilayah biologis yang wajar. 

Dengan pendekatan Next Generation Matrix, angka reproduksi efektif (Re) menjadi indikator utama: nilai Re < 1 menghasilkan keadaan bebas malaria yang stabil, sedangkan Re > 1 menghasilkan keadaan endemik yang stabil. Parameter seperti cakupan vaksin, efikasi, laju hilangnya imunitas, dan tingkat kontak manusia–vektor terbukti paling memengaruhi penyebaran penyakit.

Model kemudian diperluas dengan intervensi waktu-bergantung yang mencakup vaksinasi, pengendalian vektor, serta tindakan pengobatan dan perbaikan lingkungan. 

Analisis optimal menunjukkan bahwa kombinasi tiga intervensi tersebut memberikan penurunan terbesar pada penularan. Evaluasi biaya-efektivitas menegaskan bahwa strategi terintegrasi ini tidak hanya memberikan dampak epidemiologis paling kuat, tetapi juga paling efisien secara ekonomi. (E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya