Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian telah mengimbau kepada pemerintah daerah (Pemda) untuk membentuk tim satuan tugas (satgas) vaksinasi polio, sekaligus meningkatkan penanganan terhadap tuberkulosis (TBC). Menurut Mendagri, baru 144 Pemda yang telah mengeluarkan Instruksi Pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio serta Surat Keputusan (SK) untuk Tim/Satgas/Pokja PIN Polio.
"Kami telah mendengar dari Menteri Kesehatan dan sudah dibahas dalam rapat tingkat Presiden terkait dua masalah kesehatan ini. Polio telah menyebabkan banyak anak mengalami cacat pada kaki mereka, sementara TBC juga membutuhkan perhatian serius," ujar Tito dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Jakarta, Senin (15/7).
Beberapa Pemda yang sudah menerbitkan PIN Polio antara lain Provinsi Banten, DKI Jakarta, DIY, Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Jambi, dan Sumatera Selatan, namun Papua tetap menjadi fokus utama yang memerlukan perhatian lebih lanjut.
Baca juga : Target Sub PIN Polio Capai 95 Persen di Tiap Putaran
"Masih ada kebutuhan besar di Papua, terutama di Papua Tengah, Papua induk, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Barat, dan Papua Barat Daya yang belum membentuk tim untuk mengatasi kasus polio," ungkapnya.
Tito menegaskan bahwa meskipun vaksin dan obat untuk polio dan TBC sudah tersedia, upaya pencegahan yang tepat waktu sangat penting mengingat dampak jangka panjang dari kedua penyakit tersebut.
Di samping itu, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Yudhi Pramon menyatakan bahwa masih ada beberapa Pemda yang belum cukup aktif dalam penanggulangan polio, khususnya di Papua. Cakupan imunisasi polio di Papua pada tanggal 13 Juli 2024 masih di bawah target nasional, dengan hanya 49,8% untuk dosis pertama dan 20,7% untuk dosis kedua.
"Dari data per 2 Juli 2024, ada 10 kabupaten/kota dengan tingkat notifikasi TBC tertinggi, namun masih ada beberapa daerah yang belum mencapai target yang diharapkan," tambahnya.
Upaya terus dilakukan untuk mempercepat cakupan vaksinasi di daerah-daerah yang masih tertinggal, dengan harapan agar dukungan penuh dari Pemda dapat membantu menanggulangi masalah ini secara efektif. (Z-10)
Mendagri Tito Karnavian meminta praja IPDN menerapkan ilmu pemerintahan untuk membantu pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Mendagri Tito Karnavian mengirim 1.132 praja IPDN untuk mempercepat pemulihan pemerintahan dan layanan publik pascabencana di Aceh Tamiang.
Menurut Mendagri data by name by address dari pemerintah kabupaten sangat diperlukan.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menegaskan perlunya percepatan penanganan dampak bencana banjir dan longsor di Kabupaten Aceh Tamiang.
MENTERI Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menyebut bantuan dari Uni Emirat Arab (UEA) berupa 30 ton beras untuk korban bencana di Medan dialihkan ke Muhammadiyah Medical Center
Mendagri Tito Karnavian menegaskan bantuan 30 ton beras untuk korban bencana di Medan bukan berasal dari pemerintah UEA, melainkan dari organisasi Bulan Sabit Uni Emirat Arab
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Pemerintah memperluas imunisasi heksavalen melalui penguatan Program Imunisasi Nasional. Imunisasi terbukti efektif melindungi anak dari penyakit menular berbahaya.
Para orangtua diingatkan untuk mewaspadai penyakit umum selama masa liburan dengan melengkapi imunisasi, terutama penyakit respiratori.
Imunisasi dengan Palivizumab direkomendasikan oleh IDAI untuk mencegah bayi yang lahir prematur mengalami penurunan kesehatan karena infeksi RSV.
IDAI juga menekankan bahwa Imunisasi adalah salah satu intervensi kesehatan yang paling ‘cost-effective’ dan telah menyelamatkan jutaan nyawa anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved