Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DIFTERI sering disebut sebagai penyakit lama. Namun faktanya penyakit ini belum benar-benar pergi. Di tengah kesibukan dan rasa aman palsu karena kemajuan medis, difteri justru bisa muncul diam-diam.
Banyak korban awalnya hanya mengeluh sakit tenggorokan ringan, merasa seperti flu biasa, lalu memilih beristirahat di rumah. Tanpa disadari, bakteri sudah bekerja perlahan di dalam tubuh.
Ciri paling khas dari difteri adalah munculnya lapisan putih tebal di tenggorokan. Lapisan ini tampak sepele, tapi justru menjadi tanda bahaya serius. Saat lapisan semakin tebal, saluran napas bisa tersumbat.
Penderita mulai kesulitan bernapas, leher membengkak, dan kondisi bisa memburuk dengan sangat cepat. Di balik itu semua, racun dari bakteri difteri menyebar ke organ vital, menyebabkan gangguan jantung dan saraf yang bisa berujung kematian mendadak.
Hal yang membuat difteri semakin berbahaya ialah cara penularannya. Penyakit ini tidak mengenal jarak. Batuk kecil, bersin, atau berbagi gelas minum sudah cukup untuk menyebarkan bakteri ke orang lain.
Dalam beberapa kasus, seseorang bisa menularkan difteri tanpa menunjukkan gejala apa pun. Inilah alasan mengapa wabah bisa muncul tiba-tiba.
Difteri bukan sekadar masalah individu. Ini adalah ancaman bersama. Ketika imunisasi diabaikan dan gejala awal diremehkan, penyakit ini mendapatkan celah untuk kembali. Padahal, difteri adalah penyakit yang bisa dicegah jika kesadaran dan kewaspadaan dijaga sejak awal. (Z-2)
Bakteri Corynebacterium diphteriae menjadi penyebab utama difteri. Bakteri ini menyebar lewat batuk, bersin, atau kontak langsung dengan penderita.
DIFTERI masih menjadi ancaman serius bagi anak-anak di Indonesia. Imunisasi yang tak lengkap sejak lahir menjadi salah satu faktor risiko penyebab penularan difteri.
PENULARAN difteri di Jawa Barat menjadi perhatian dari Universitas Airlangga. Lima pulau terbesar di Indonesia dengan kasus difteri tertinggi adalah Jawa dengan 474 kasus dan 26 kematian.
DILANSIR dari laman Universitas Airlangga penyebaran penyakit difteri pada 2018 telah mengakibatkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di 28 provinsi dan 142 kabupaten/kota di Indonesia.
Hasil penelitian memperlihatkan adanya peningkatan kekebalan anak terhadap covid-19 pada anak yang telah diberikan vaksinasi DT sebelum pemberian vaksin covid-19.
Bakteri Corynebacterium diphteriae menjadi penyebab utama difteri. Bakteri ini menyebar lewat batuk, bersin, atau kontak langsung dengan penderita.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved