Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM penghujan membawa peningkatan risiko berbagai penyakit infeksi pada anak. Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), mengingatkan para orangtua untuk memastikan imunisasi anak lengkap dan terjadwal sebagai langkah pencegahan utama.
Menurut Anggraini, kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak. Namun, bagi anak yang jadwal imunisasinya tertunda, ia menegaskan tidak ada kata terlambat untuk melakukan imunisasi kejar.
"Sebetulnya, bila mana imunisasinya dilengkapi sesuai jadwal, sesuai usianya, dipenuhi semua, udah beres. Tetapi, mohon, bila mana belum nih, tidak ada kata terlambat untuk melakukan imunisasi. Istilahnya, dikejar imunisasinya," ujar Anggraini, dikutip Jumat (6/2).
Ia menjelaskan bahwa pemberian imunisasi ganda (multiple injection) dapat menjadi solusi efektif agar berbagai vaksin dapat diberikan dalam satu waktu.
Selain itu, pemberian dosis penguat (booster) dan percepatan imunisasi tahunan sangat dianjurkan saat memasuki musim hujan.
Selain pencegahan, Anggraini meminta masyarakat memberikan perhatian ekstra pada fase kritis beberapa penyakit yang kerap muncul, terutama Dengue (Demam Berdarah).
Fase ini sering mengecoh karena ditandai dengan turunnya demam di bawah 38 derajat Celcius tanpa obat, namun justru menjadi periode yang paling berbahaya.
Anggraini menjelaskan, jika demam turun namun disertai gejala seperti nyeri perut, mual, muntah-muntah, hingga anak tampak sangat lemas, orang tua harus waspada.
“Kok ada perdarahan, ada mimisan, gusi berdarah, atau malah dia ini ngomong ngaco bahkan mungkin kejang itu semua tanda bahaya, maka harus segera dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.
Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk penyakit flu dan diare. Pada kasus flu, tanda bahaya meliputi napas cepat, tarikan dinding dada, bibir membiru, hingga tanda dehidrasi seperti tidak buang air kecil selama 5-6 jam. Sementara pada diare, kondisi anak yang loyo, kejang, dan sesak napas menjadi indikasi darurat.
Terkait penyakit menular lainnya seperti campak dan cacar air, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini mengingatkan agar orang tua tidak menganggap remeh. Campak yang tidak tertangani di fase kritis berisiko memicu komplikasi pada telinga, paru-paru, hingga otak.
Khusus untuk cacar air, Anggraini memberikan peringatan keras terkait pemberian obat.
“Jadi jangan menganggap cacar air, campak biasa-biasa saja, tidak demikian. Dia bisa membuat berbagai komplikasi, termasuk juga Reye Sindrom, yaitu anak yang cacar air kemudian kita memberikan golongan aspirin pada anak tersebut, maka hati dan otak akan rusak, anak tidak sadar biasanya sampai memerlukan ventilasi mekanik,” ucapnya.
Menutup penjelasannya, ia juga menyoroti risiko Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu singapura dan leptospirosis. Karena leptospirosis belum memiliki vaksin, kunci penanganannya terletak pada pengobatan antibiotik sejak dini.
Kesadaran orangtua untuk segera membawa anak ke rumah sakit saat muncul gejala berat menjadi faktor penentu keselamatan anak di musim hujan ini. (Ant/Z-1)
Pendampingan orangtua selama film berlangsung sangatlah krusial untuk memberikan pemahaman yang tepat kepada anak.
Kehadiran sosok dewasa yang peduli dan kompeten dalam pengasuhan dapat menjadi fondasi kuat bagi perkembangan empati anak.
Menyaksikan tontonan yang tidak sesuai klasifikasi usia merupakan ancaman nyata bagi tumbuh kembang anak.
Lebih lanjut, dimulai sejak tanggal 27 Maret 2026, X menyatakan akan melaksanakan rencana aksinya untuk melakukan identifikasi.
Kanker ginjal pada anak, terutama jenis Tumor Wilms (nefroblastoma), umumnya tidak dapat dicegah.
Anak-anak diajak menyelami nilai-nilai penting seperti sikap saling menolong, rasa syukur, serta kepedulian terhadap lingkungan dan sesama manusia lewat dongeng.
Prakiraan cuaca Jakarta dan sekitarnya Senin 23 Februari 2026 berpotensi berawan hingga hujan siang hari. Cek suhu, kelembapan, dan tips aktivitas.
Musim hujan sering kali dianggap sebagai penghalang bagi sebagian orang untuk berlibur. Namun, data terbaru dari platform perjalanan digital Agoda pada Februari 2026
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan musim hujan di wilayah Sumatera Selatan (Sumsel) masih akan berlangsung hingga akhir April atau awal Mei 2026.
Penerapan higiene dan sanitasi yang ketat dinilai menjadi garda terdepan dalam mencegah penularan penyakit yang kerap muncul akibat meningkatnya populasi kuman di musim hujan.
Kurangnya paparan sinar matahari akibat cuaca mendung dan hujan terus-menerus berisiko menurunkan produksi Vitamin D alami dalam tubuh.
Mandi air hangat bukan sekadar untuk kenyamanan, melainkan langkah krusial untuk membantu menghilangkan kotoran dari lumpur serta menjaga suhu tubuh agar tidak kedinginan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved