Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
MUSIM penghujan membawa peningkatan risiko berbagai penyakit infeksi pada anak. Anggota Unit Kerja Koordinasi Infeksi Penyakit Tropik Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, SpA, Subsp IPT(K), mengingatkan para orangtua untuk memastikan imunisasi anak lengkap dan terjadwal sebagai langkah pencegahan utama.
Menurut Anggraini, kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak. Namun, bagi anak yang jadwal imunisasinya tertunda, ia menegaskan tidak ada kata terlambat untuk melakukan imunisasi kejar.
"Sebetulnya, bila mana imunisasinya dilengkapi sesuai jadwal, sesuai usianya, dipenuhi semua, udah beres. Tetapi, mohon, bila mana belum nih, tidak ada kata terlambat untuk melakukan imunisasi. Istilahnya, dikejar imunisasinya," ujar Anggraini, dikutip Jumat (6/2).
Ia menjelaskan bahwa pemberian imunisasi ganda (multiple injection) dapat menjadi solusi efektif agar berbagai vaksin dapat diberikan dalam satu waktu.
Selain itu, pemberian dosis penguat (booster) dan percepatan imunisasi tahunan sangat dianjurkan saat memasuki musim hujan.
Selain pencegahan, Anggraini meminta masyarakat memberikan perhatian ekstra pada fase kritis beberapa penyakit yang kerap muncul, terutama Dengue (Demam Berdarah).
Fase ini sering mengecoh karena ditandai dengan turunnya demam di bawah 38 derajat Celcius tanpa obat, namun justru menjadi periode yang paling berbahaya.
Anggraini menjelaskan, jika demam turun namun disertai gejala seperti nyeri perut, mual, muntah-muntah, hingga anak tampak sangat lemas, orang tua harus waspada.
“Kok ada perdarahan, ada mimisan, gusi berdarah, atau malah dia ini ngomong ngaco bahkan mungkin kejang itu semua tanda bahaya, maka harus segera dibawa ke rumah sakit,” tegasnya.
Kewaspadaan serupa juga berlaku untuk penyakit flu dan diare. Pada kasus flu, tanda bahaya meliputi napas cepat, tarikan dinding dada, bibir membiru, hingga tanda dehidrasi seperti tidak buang air kecil selama 5-6 jam. Sementara pada diare, kondisi anak yang loyo, kejang, dan sesak napas menjadi indikasi darurat.
Terkait penyakit menular lainnya seperti campak dan cacar air, Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran ini mengingatkan agar orang tua tidak menganggap remeh. Campak yang tidak tertangani di fase kritis berisiko memicu komplikasi pada telinga, paru-paru, hingga otak.
Khusus untuk cacar air, Anggraini memberikan peringatan keras terkait pemberian obat.
“Jadi jangan menganggap cacar air, campak biasa-biasa saja, tidak demikian. Dia bisa membuat berbagai komplikasi, termasuk juga Reye Sindrom, yaitu anak yang cacar air kemudian kita memberikan golongan aspirin pada anak tersebut, maka hati dan otak akan rusak, anak tidak sadar biasanya sampai memerlukan ventilasi mekanik,” ucapnya.
Menutup penjelasannya, ia juga menyoroti risiko Hand, Foot, and Mouth Disease (HFMD) atau flu singapura dan leptospirosis. Karena leptospirosis belum memiliki vaksin, kunci penanganannya terletak pada pengobatan antibiotik sejak dini.
Kesadaran orangtua untuk segera membawa anak ke rumah sakit saat muncul gejala berat menjadi faktor penentu keselamatan anak di musim hujan ini. (Ant/Z-1)
Data menunjukkan sekitar 30% bayi mengalami gumoh, dengan puncak frekuensi pada usia 3 hingga 4 bulan.
WHO menekankan mayoritas anak yang bunuh diri sebenarnya menunjukkan tanda peringatan sebelumnya, namun sering tidak terbaca atau diabaikan.
Pemerintah mengingatkan orangtua agar tidak melepas anak-anak ke dunia maya tanpa bekal pemahaman yang cukup mengenai konten yang mereka konsumsi beserta konsekuensinya.
Tantangan ruang digital bagi anak-anak di Indonesia kini telah bergeser dari sekadar konten negatif menuju ancaman yang bersifat personal dan sulit terdeteksi.
Ancaman utama dari Virus Nipah terletak pada angka kematiannya yang sangat tinggi, yakni mencapai 75%.
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Musim hujan memicu lonjakan berbagai penyakit infeksi pada anak, mulai dari influenza, campak, hingga cacar air, yang sebenarnya dapat dicegah melalui imunisasi.
MUSIM hujan meningkatkan risiko berbagai penyakit infeksi, mulai dari flu hingga leptospirosis, dengan anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.
Simak panduan lengkap tips berkendara aman di musim hujan. Pelajari teknik menghindari aquaplaning dan persiapan kendaraan agar tetap selamat di jalan.
Kondisi lingkungan yang lembap dan air yang menggenang dapat menjadi media penghantar arus listrik dari instalasi yang tidak terlindungi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved