Headline

Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.

Tren Mudik 2026: Masyarakat Lebih Awal Pesan Tiket, Transaksi Melonjak Signifikan

Basuki Eka Purnama
26/2/2026 07:45
Tren Mudik 2026: Masyarakat Lebih Awal Pesan Tiket, Transaksi Melonjak Signifikan
Ilustrasi--Pemudik menunggu jadwal keberangkatan bus di Terminal Kalideres, Jakarta, Rabu (26/3/2025).(MI/Usman Iskandar)

TREN mudik Lebaran 2026 menunjukkan pergeseran perilaku masyarakat yang cukup signifikan. Tidak hanya soal waktu pemesanan tiket, masyarakat kini semakin lihai memanfaatkan momen mudik sebagai kesempatan berlibur.

Director of Transportation tiket.com, Andi Hendrawan, mengungkapkan bahwa pola perilaku pemudik tahun ini berbeda jauh dibandingkan 2025. Jika sebelumnya banyak masyarakat yang baru memesan tiket satu minggu sebelum keberangkatan, tahun ini tren pemesanan justru melonjak sejak dini.

"Jadi ada perubahan yang cukup signifikan dari tren masyarakat kita untuk menjalani mudik ini, karena mudik kan tidak hanya istilahnya pulang kampung. Cuma kadang-kadang masyarakat juga memanfaatkan periode momen ini untuk liburan di situ," ujar Andi dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2).

Mengutip hasil survei YouGov Indonesia, Andi memaparkan bahwa pada 2025 lalu, sebanyak 38 persen masyarakat masih terpantau memesan tiket transportasi pada periode H-2 hingga H-6 menjelang Lebaran. 

Namun, pemandangan berbeda terlihat pada 2026. Data tiket.com menunjukkan peningkatan pemesanan yang tajam selama periode minggu pertama Januari hingga minggu kedua Februari.

Tercatat, kenaikan pemesanan tiket pesawat mencapai sekitar 50%, sementara untuk moda kereta api terjadi peningkatan pemesanan sebesar 56%.

Tingginya antusiasme ini tidak lepas dari intervensi pemerintah dalam menekan biaya transportasi. Andi menyebutkan bahwa adanya stimulus dari pemerintah, baik dari sisi pajak maupun upaya stabilisasi harga tiket, menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat lebih percaya diri untuk merencanakan perjalanan lebih awal.

"Kemudian kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya tentunya harganya relatif lebih murah. Kita lihat dengan stimulus harga ini, kenaikan transaksi pada saat semenjak diumumkan, kenaikan transaksi untuk periode Lebaran, untuk date of travelling atau tanggal perjalanan periode Lebaran itu naik signifikan, hampir dua kali lipat dari periode sebelumnya," jelasnya.

Seiring dengan tingginya pemesanan, sejumlah daerah diprediksi akan menjadi titik kepadatan arus pemudik. Untuk rute mudik, kota-kota seperti Yogyakarta, Surabaya, Medan, dan Pekanbaru diprediksi akan dipadati penumpang.

Sementara itu, untuk destinasi liburan, Bali tetap menjadi primadona bagi pengguna moda transportasi udara. Adapun untuk rute kereta api, masyarakat cenderung memilih Yogyakarta, Semarang, Cirebon, dan Surabaya sebagai destinasi favorit.

Perubahan pola pikir masyarakat yang beralih menjadi lebih terencana ini diharapkan dapat mendistribusikan kepadatan perjalanan lebih merata dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya