Headline

Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.

Panduan Mudik Aman dengan Motor Listrik: Perencanaan Matang Adalah Kunci

Basuki Eka Purnama
19/3/2026 11:26
Panduan Mudik Aman dengan Motor Listrik: Perencanaan Matang Adalah Kunci
Ilustrasi - Seorang pria melakukan perjalanan mudik menggunakan motor listrik(ANTARA/HO-Polytron)

TREN penggunaan kendaraan ramah lingkungan mulai merambah tradisi mudik Lebaran. Namun, bagi masyarakat yang berencana menggunakan sepeda motor listrik untuk perjalanan jarak jauh, persiapan yang jauh lebih matang sangatlah krusial. 

Pakar otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, mengingatkan bahwa manajemen daya dan pemilihan rute menjadi faktor penentu keselamatan.

"Jika kita ingin mencoba mengendarai sepeda motor listrik untuk mudik, ini jelas bakal menghadirkan tantangan tersendiri, persiapan yang matang sebelum berangkat tentu menjadi kunci untuk perjalanan yang nyaman minim kendala," ujar Yannes, Rabu (18/3).

Memahami Karakteristik Baterai

Langkah awal yang paling fundamental adalah memahami sistem baterai pada motor yang digunakan. Yannes membaginya menjadi dua skenario besar:

  1. Sistem Tukar Baterai (Battery Swap): Pemudik wajib memetakan lokasi stasiun penukaran di sepanjang rute. Jika titik penukaran tidak tersedia secara pasti hingga kota tujuan, sebaiknya hindari penggunaan motor jenis ini demi mencegah risiko mogok di tengah jalan.
  2. Sistem Pengisian Daya (Charging): Pengendara harus memperhitungkan waktu pengisian secara presisi. Yannes mengingatkan agar tidak mentah-mentah mempercayai klaim jarak tempuh pabrikan. Secara riil, jarak tempuh biasanya 20%–30% lebih pendek dari spesifikasi di atas kertas. Membawa charger portable dan adaptor tambahan sangat disarankan sebagai langkah antisipasi.

Efisiensi dan Kewaspadaan Teknis

Gaya berkendara juga memegang peranan penting dalam menjaga performa motor listrik. Penggunaan tenaga secara berlebihan secara terus-menerus dapat berdampak buruk pada sistem penggerak.

"Demi efisiensi baterai, hindari berkendara dengan throttle penuh terus-menerus, karena dapat memicu limp mode akibat overheat," jelas Yannes.

Kondisi limp mode merupakan sistem perlindungan otomatis agar baterai dan controller tidak rusak. Saat mode ini aktif, kecepatan motor akan dibatasi secara drastis. Jika ini terjadi, pengendara disarankan segera menepi dan membiarkan komponen mendingin. 

Sebagai tips tambahan, manfaatkan fitur regenerative braking untuk membantu mengisi ulang daya secara pasif saat melakukan pengereman.

Faktor Cuaca dan Keselamatan Fisik

Mengingat cuaca yang tidak menentu, aspek ketahanan air juga harus diperhatikan. Meski mayoritas motor listrik saat ini memiliki rating IP67, Yannes tetap menghimbau agar pengendara tidak nekat menerobos genangan air yang tinggi.

"Penting juga kita mewaspadai kondisi basah, meski motor memiliki rating tahan air IP67, dengan menghindari menerabas genangan tinggi yang bisa merendam controller atau konektor baterai sepeda motor kita," tambahnya.

Terakhir, Yannes menekankan bahwa secanggih apa pun kendaraannya, faktor manusia tetap yang utama. Kondisi fisik pengemudi harus prima, didukung dengan perencanaan rute alternatif dan waktu cadangan untuk mengantisipasi antrean pengisian daya. 

"Memastikan istirahat yang cukup sebelum dan selama perjalanan adalah investasi keselamatan yang tak ternilai," pungkasnya. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik